
" oh iya dong jelas yang ini mah sudah hak paten cogan sekaligus imam dunia akhirat amin." ucap an merangkul lengan abra, abra yang tadinya kesah menoleh pada azas kini tersenyum hangat mendengar jawaban istri nya itu.
" Amin." ucap AbrA sembari mengelus puncak kepala Azell serta mencium kening istri nya, azell pun tersenyum lebar menampilkan gigi rata dan putih nya itu.
" aa' mau makan? yuk?." ajak azell.
" itu drama nya?." tanya abra menunjuk layar TV.
" gampang lanjut nanti yang penting suami dulu harus dilayani." ucap azell, dan laki-laki jawaban Azell membuat abrahah tersenyum.
" uhhhh makin sayang deh sama istri cantik aa' ini." ucap Abram mengelus pipi azazel azazel pun ikut tersenyum.
" sudah yuk makan dulu." ucap Azell, bangkit menuju dapur.
" bentar aa' ganti baju dulu ya." pamit Abra sebelum masuk ke kamar untuk mengganti pakaian nya.
" siap." balas azell dia menyiapkan makan siang untuk dirinya dan suami nya.
setelah makan siang kini kedua nya kembali duduk di sofa aze ll melanjutkan menonton drama nya, Abra duduk di samping azell sedang fokus pada ponse lnya katanya ada pemberitahuan dari sekolah mengenai UN hari Senin nanti di grup chat.
__ADS_1
" adik sudah bilang sama bang dewa belum?." tanya abra, azell menggelengkan kepala tanpa menoleh Abra meletakkan ponsel nya di atas meja.
" kok belum." Abra memposisikan diri nya duduk di samping menghadap azell, merasakan ada pergerakan Azam melirik sekilas lalu paus dramanya dia tidak ingin tertinggal scene barang sedetik saja.
" lupa ini baru ingat wk wk wk." balas azell tanpa disuruh lagi azell mengambil ponsel nya.
" kalau aa' enggak tanya enggak akan ingat pasti." ucap Abra.
" he he he, iya iya ini mau adik wa." azell ngotak-ngatik ponsel nya mengirim pesan pada bang dewa tentang usulan agar ketemuan di cafe Abra saja, butuh beberapa menit pesanan azell terbalaskan tersebut mengatakan bahwa abangnya dewa menyetujui usulan azell.
" oke Abang mau a'." ucap azell.
" sorean aja katanya jam 16.00 sore." jawab azell.
" oke bisa." jawab abra menyetujui atas ucapan istri nya.
" oke." semua sudah setuju, azell meletak kan ponsel nya kembali dan kembali melanjutkan menonton drama nya.
" aa' ngantukkan tidur saja sana gih ke kamar." ucap azell.
__ADS_1
" hmmmm." Abra hanya berdehem.
" eh mau ngapain." ucap aja kaget saat abrahah tiduran di paha nya.
" tidur." ucap Abra dengan santai nya.
" di kamar saja di sini nanti badannya sakit a'." ucap azell.
" nggak mau." balas Abra dengan suara manja seperti anak kecil yang sedang merengek.
" ulu-ulu ya udah bobok ya bayi besar." ucap azell mengelus-elus rambut suami nya namun tatapan nya fokus pada layar TV, Abra hanya berdehem lalu memiringkan badan dan kepala nya menghadap perut azell, dipeluk nya pinggang azell, azell masih setia mengelus-elus rambut Abra hingga terdengar nafas teratur dari aba ternyata suaminya sudah terlelap.
" hiks hiks hiks hiks, sedih banget." Abra mengerjapkan mata nya secara perlahan saat mendengar suara tangisan seseorang, hingga mata itu terbuka dan menyesuaikan dengan cahaya Abra melihat azell, ternyata istri nya yang menangis dengan cepat mendudukkan badan nya.
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......
__ADS_1