
" Abang ikh... " Kesal azell yang di jawab Abra dengan mengacak rambut azell pelan.
Abra kembali melajukan mobilnya, Membayangkan kekonyolannya barusan kembali membuat Abra tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Sampai akhirnya mobil Abra terhenti tepat di depan hotel. Dengan segera Abra dan Azell keluar dari dalam mobil untuk menuju ke dalam.
Sepanjang jalan Abra terus menggandeng tangan azell, tentu saja orang-orang yang berada di sana melihatnya dengan senyum, karena Abra big Bos mereka yang dingin dan datar sekarang mulai tak sedingin dulu, dan itu tentu saia berkat istri cantiknya yang sekarang sedang bersamanya.
Tapi, tidak sedikit juga pegawai wanita yang menatap azell dengan tatapan iri, gadis yang masih kuliah bisa mengambil hati Abraham Prayoga Pamungkas, bukan hanya hatinya tapi juga memiliki Abra seutuhnya.
Idola semua wanita dan juga pengusaha muda yang begitu sukses, Jika saja mereka tau kekonyolan Abra akhir-akhir ini, yang meninggalkan azell ke New York tapi hanya beberapa jam saja, sudah di pastikan semua pegawai wanita di hotelnya akan semakin iri dengan azell karena kebucinan Abra.
Abra membawa azell menuju kamar. Bahkan saking inginnya dia menghukum azell saat ini juga, Abra melupakan jika tadi Dia mengajak Azell untuk makan terlebih dahulu.
Setelah sampai di kamar hotel VVIP yang memang khusus untuk dirinya saja, Abra langsung memeluk Azell, mencium kening Azell cukup lama dan begitu terasa hangat untuk azell.
" Yank.. Abang kangen banget sama kamu." Ucap Abra pelan sambil membelai wajah azell lembut.
Azell tersenyum ke arah Abra, dengan inisiatifnya sendiri, azell mencium bibir Abra tapi hanya sekilas.
__ADS_1
" Kita juga kangen sama abang. Kangen banget." Jawab azell dengan senyum manisnya.
Abra mengernyitkan keningnya bingung dengan apa yang di katakan oleh azell barusan.
" Baby juga kangen sama Daddynya.." Bisik azell semakin membuat Abra ingin melahapnya sekarang juga.
" Kamu semakin nakal yank.. Dan abang suka itu.." Bisik Abra di telinga Azell, membuat desiran pada tubuh azell semakin naik, bahkan Abra juga mulai mencium tengkuk lehernya juga telinganya.
Membuat azell menahan nikmat, azell memejamkan matanya untuk merasakan sentuhan hangat Abra yang memang akhir-akhir ini tidak dia dapatkan dan sangat dia rindukan, dan ini memang waktunya untuk itu, azell tidak akan menolaknya.
Kedua pasangan muda itu sama-sama memberi kehangatan, dan juga sudah sama sama terbuai dalam sentuhan mereka, sampai akhirnya azell terkulai lemas di pelukan Abra, azell memejamkan matanya merasakan waktu bersama dengan seseorang yang begitu membuatnya bahagia.
Gadis yang hampir membuatnya gila sekarang sudah berada di sisinya lagi, dan abra tidak akan pernah lagi meninggalkan azell, jauh dari azell membuat Abra merasa tidak waras, sepenting apapun urusannya, abra akan membawa azell untuk pergi bersamanya, tidak lagi akan meninggalkan istri cantiknya.
" Sayang.. Makasih ya." Ucap abra sambil mencium kening azell.
Azell menoleh ke arah abra, lalu tersenyum dan mengangguk.
" Jangan pergi lagi tanpa aku bang.." Ucap azell kepada Abra.
__ADS_1
" Nggak akan.. Kamu akan Abang bawa, keujung dunia sekalipun." Jawab abra membuat azell tertawa renyah.
" Zezel. Masalah jengukin si bakwan menurut aku nanti aja kalau semua udah clear. Lagian memang di larang pihak kampus buat jengukin si bakwan Kan.?? " Jelas Ais yang membuat Azell mengangguk.
" lya Zel.. Bener tuh kata Ais... Ya kalau kamu emang pengen banget jengukin si bakwan nanti kamu ijin aja sama mama siapa tau boleh.. Gimana.?? " Tanya Vita yang langsung di angguki oleh azell.
" Brilliant ideas." Jawab azell sambil mengacungkan kedua jempolnya.
" Cieee. Vita jadi tambah pinter nih karena jatuh cinta sama Kak Kiki.." Puji Ais yang juga terdengar seperti ledekan oleh Vita.
" Ais ikh." Kesal Vita membuat ais terkikik.
" Bagus dong kalau jatuh cinta tapi bisa bikin lebih pintar." Jawab Kiki yang sukses membuat Vita terkejut dan juga malu.
...❤️❤️❤️❤️...
...****To be continued****...
......****Jangan lupa, Like dan Vote****...
__ADS_1