
" Astaga Vit.. Jangan lebar lebar, nggak malu kamu dari tadi diliatin Kak Kiki terus tuh." Jelas Ais kepada Vita.
Membuat Vita seketika sadar jika memang Kiki masih berada di rumah Abra, dan betapa malunya Vita ketika melirik ke arah Kiki, ternyata benar apa yang dikatakan oleh Ais barusan, bahwa Kiki memang masih terus menatapnya.
" Astaga.. Mati aku." Gumam Vita yang masih terdengar oleh azell dan Ais.
" Kenapa.?? " Tanya azell bingung.
" Aku barusan nguap lebar banget Zel.. Padahal dari tadi Kak Kiki liatin terus.." Jawab Vita seketika membuat azell menoleh ke arah Kiki.
Memang benar apa yang Vita katakan jika kiki memang sedang memandangi Vita. Dan azell tau jika diantara mereka memang memiliki rasa, hanya saja masih sama sama gengsi untuk memulai lebih dekat lagi.
" Cieee.. Vita salting di liatin Kak Kiki.." Ledek azell sambil menoel dagu Vita.
" Azell ikh.. Apaan sih kamu...??" Jawab Vita kesal tapi juga malu.
" Udah tinggal bilang iya gitu aja kok repot." Sambung ais membuat Vita menoleh ke arahnya kesal.
" lya aku akui... Kalau aku tau... Kamu sama Kak Adam ada sesuatu.." Jawab Vita yang malah dengan sengaja mengubah topik pembicaraan.
__ADS_1
" Ikhh.. Curang kamu...." Sambung Ais yang membuat Vita memeletkan lidahnya.
Tiba tiba terdengar suara petir yang cukup keras, bahkan sepertinya malam ini juga akan turun hujan. Dan benar saja, tak lama setelah beberapa suara petir terdengar, hujanpun mulai turun , membuat azell, Ais dan Vita akhirnya memutuskan untuk pindah ke kamar tamu yang berada di bawah.
Malam ini mereka bertiga akan tidur bersama, setelah sekian lama sejak azell menikah memang ini baru yang pertama.
" Pindah kamar aja yuk.. Takut aku. " Ajak Vita yang di setujui oleh azell dan juga Ais.
Mereka bertiga memasuki tamu yang tak jauh dari ruang tv sebenarnya, membuat ketiga cowok yang terus mengamati mereka sedari tadi menjadi kesal.
Tentu saja abra, adam dan Kiki kesal, bagaimana tidak kesal jika ketiga gadia cantik itu masih mengibarkan bendera peperangan.
Padahal sungguh, di saat hujan seperti ini abra sangatlah ingin memeluk azell untuk menghangatkan tubuhnya.
Oke sekali lagi Abra memang harus benar benar sabar sekarang. Tiba tiba muncul ide gila dari kiki, ya tentu kiki juga sebenarnya ingin dekat dengan Vita, meskipun jika mereka dekat selalu saja berperang mulut.
Tapi menurut Kiki itu lebih baik, dari pada sekarang yang hanya saling diam dan menatap dari kejauhan. Itu sebenarnya bukan hanya abra saja yang merasa kesal dan tersiksa, tapi baik adam dan Kiki juga sama halnya dengan abra.
Meskipun tak separah Abra yang sudah menikah tentu saja, disaat seperti malam ini abra sudah pasti menginginkan azell berada di sisinya, di dekapannya, untuk menghangatkan tubuhnya.
__ADS_1
" Man.. Gimana kalau kita matiin aja tuh listriknya." Ucap Kiki tiba tiba kepada abra dan adam.
Abra dan adam saling pandang, lalu mereka mengangguk bersamaan dan bahkan tersenyum devil, senyuman yang begitu mengerikan jika saja ketiga gadis cantik itu melihatnya.
" Tunggu... Tapi kalian janji. Jangan pernah berbuat aneh aneh." Ucap abra mengingatkan adam dan Kiki.
" Kayak nggak tau kita aja kamu bra.." Jawab Jawab.
" Kita cuma pengen deket mereka aja... Nggak lebih... Ya itung itung mereka bayar atas apa yang sudah mereka lakukan ke kita.." Jelas Kiki kepada abra.
" No.. Kalau gitu mending nggak usah.. Gue takut kalian kelewat batas ." Jelas abra lagi.
" Astaga bra... Kamu nggak percaya sama kita..?? " Tanya Adam akhirnya yang membut abra terdiam.
" Ya sudah sana... Tapi ingat jangan sampai melukai mereka oke.?? " Jelas abra lagi membuat keduanya mengangguk, dan Kiki tersenyum sambil mengacungkan jempolnya.
Dengan semangat 45 akhirnya Kiki bergegas keluar, mencari kilometer listrik untuk mematikannya.
...❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1
...****To be continued****...
......****Jangan lupa, Like dan Vote****...