
Melihat Dara yang menangis tanpa suara, membuat Bunda dan mama buru-buru menghampiri Dara, Bunda dan mama merangkul pundak Dara dan menggenggam tangan Dara yang terasa begitu dingin karena menahan berbagai rasa dalam dirinya, amarah, malu dan kesedihan.
Dara menatap Bunda dan mama yang begitu perhatian kepada dirinya.
Bahkan dirinya yang bukan siapa-siapa saja di perlakukan dengan begitu baik, apa lagi Azell yang merupakan menantu dan putri kesayangan mereka.
Memikirkan hal itu membuat Dara tersenyum, karena azell memang pantas mendapat kebahagian dari suami dan keluarganya, azell baik sangat jauh berbeda dengan dirinya.
Begitu juga dengan Ibu nya Dara yang juga mengelus pundak Dara dengan senyumnya.
Laki laki itu duduk di sebelah Adam. Lalu dengan segera kepala fakultas memulai maksud dan tujuan mereka semua di kumpulkan sekarang ini.
" Nak Dara, kita akan memberitahukan bahwa Dia... Akan bertanggung jawab atas apa yang sudah di lakukannya terhadap Nak Dara " Jelas kepala Fakultas membuat dara terkejut.
__ADS_1
Dara menatap laki laki yang juga sedang menatapnya sekarang ini. Dara memejamkan matanya pelan, merasakan jika ini bukanlah sebuah mimpinya yang begitu tinggi menurutnya.
Lalu dara membuka matanya kembali, dan benar saja keadaan masih sama seperti tadi, ini bukan mimpi, tapi ini nyata, daa meraba perutnya yang masih rata, seperti ada kekuatan lagi dalam hidupnya.
" Bapak, Ibu, Semua yang ada di sini, saya minta maaf karena sudah melakukan kesalahan yang begitu besar, sampai membuat anak anda harus mengalami masalah besar karena perbuatan saya, juga kepada bapak dan ibu, orang tua dari Azell dan Abra, saya juga minta maaf karena perbuatan saya membuat nama baik kampus tercoreng " Jelasnya membuat semua yang berada di sana mendengarkan dengan begitu seksama.
" Saya datang ke sini dengan maksud dan tujuan saya, kalau saya bersedia menikahi Dara, saya bersedia bertanggung jawab dengan apa yang sudah saya lakukan, semoga kalian mau memaafkan saya, dan mau menerima niat baik saya, sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya " Jelasnya lagi sambil membungkukan badannya.
Meskipun Dara merasa senang, karena anaknya akan mempunyai seorang Ayah, tapi ini begitu aneh menurutnya.
" Kami sudah memaafkanmu Nak... Kami juga menyetujui dengan maksud baik kamu " Jawab Ayahnya Dara kepada calon menantunya itu.
" Tunggu ! " Ucap Dara membuat semua Orang yang berada di sana terkejut dengan perkataan Dara barusan.
__ADS_1
" Nak " Ucap Ibu dara dengan pelan.
" Kenapa kamu baru muncul sekarang setelah apa yang aku lalui sendiri kemarin? Kenapa kamu tiba-tiba datang dan ingin bertanggung jawab? aku rasa itu bukan niat tulus dari kamu " Ucap Dara kepada laki laki itu, sontak saja semua yang berada di sana kembali terkejut.
Laki laki itu melirik ke arah Abra yang sedari tadi masih dengan diam nya, lalu dia melirik ke arah Adam yang menganggukan kepalanya.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1