
Azell berjalan pelan, dia benar benar takut jika Arba sudah di lumpuhkan oleh orang jahat tersebut, sekarang Azell harus bagaimana.?? apa Azell harus melawan orang jahat tersebut sendiri.?? Haruskah Azell meminta bantuan..??? Stoop... Jangan konyol Azell.. Ini hanya pikiran parnomu saja. Ayo masuk dapur, dan kamu akan melihat pemandangan indah yang akan membuatmu terpesona.
Dengan memberanikan diri, juga berjalan pelan ke arah dapur, Azell mengintip sedikit dan betapa terkejutnya dia setelah melihat siapa yang membuat suara suara barusan.
Deg.....
Jantung Azell terpompa lebih cepat, dia benar benar terpesona dengan lelaki tampan yang sedang mengiris beberapa cabe juga bumbu yang lain.
" Astaghfirullah... Perfect.." Gumam Azelll tanpa dia sadari memuji Abra dengan lirih.
Azell teringat dengan pikiran konyolnya, dia menepuk dahinya merasa jadi malu sendiri.
" Sayang lihat. Daddy keren kan.??." Tanya Azell kepada calon anaknya.
azell terus menatap Abra, tatapan kekaguman yang Azell tunjukan untuk suaminya, sampai tanpa Azell sadari Abra sudah berada di depannya.
Menangkap basah Azell yang masih terbengong, sungguh lucu pikir Abra. Abra memeluk Azell sambil menatap Azell, membuat Azell tersadar dari lamunannya, akh... Betapa malunya Azell sekarang.
" Mau bantu masak.?? Tanya Abra lembut kepada Azell
" abang ikh. Lepasin.. Adik udah mandi.." Jawab a mengingatkan Abra.
" Nanti mandi lagi.. Bareng." Jawab Abra terjeda sebentar lalu melanjutkan membuat Azell sedikit terkejut dengan perkataan Abra.
__ADS_1
" Ikh.. Mesum." Jawab Azell singkat.
" Nggak apa apa sama istri sendiri..." Jawab Abra tak mau kalah, membuat Azell mendesah kesal.
" Mau nggak.?? Apa mau abang peluk terus seperti ini.??." Tanya Abra semakin menggoda Azell.
" lya mau tapi nanti dikamar." Jawab Azell sambil cekikikan, membuat Abra terkejut dengan jawaban nakal Azell.
abra tersenyum, lalu mengecup singkat bibir Azell, menarik hidung Azell pelan dan melepaskan pelukannya kembali pada masakannya yang belum selesai.
Sedangkan Azell masih termenung karena perlakuan Abra barusan, niat hati ingin menggoda Abra malah dia sendiri yang tergoda.
Oke.. Abra memang masih sangat susah ditebak... Dan Azell akui jika Abra memang bukan hanya laki laki Idaman wanita tapi juga Suami Idaman.
Abra menoleh ke arah azell yang masih mamatung pada posisinya tadi tanpa bergeser sedikitpun, membuatnya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
" Sayang. Ayo.." Ajak Abra sengaja membuat Azell tersadar.
" Eh.. Iya bang." Jawab A reflek karena gugup.
Abra kembali memasak ditemani Azell yang ntah kenapa malah lebih senang memandangi suaminya itu.
" Abang masak apa..??." Tanya Azell tanpa sedikitpun tatapannya beralih.
__ADS_1
" Masak nasi goreng yank.. Nggak apa apa kan.??." Tanya Abra masif fokus dengan masakannya.
Membuat Zela mengangguk cepat tanpa menjawab.
" Abang sexy banget." Ucap Azell tanpa sadarnya karena terlalu terpesona oleh Abra.
Abra menoleh ke arahnya dan mendekati azell, tersenyum tampan kepada Azell lalu menarik hidungnya gemas.
" Adim jauh lebih sexy yank.. Makin berisi.." Bisik Abra membuat azell tersentak kaget, dan tersadar dari lamunannya juga perkataannya barusan.
" Astaga.apa apaan aku.." batin Azell kesal sendiri.
Azell menunduk malu, membuat Abra tersenyum melihat wajah merah Azelll karena malunya.
" İstri abang yang cantik ini ternyata bisa malu." Ucap Abra lembut membuat Azell menoleh ke arahnya dan menepuk dada bidang Abra pelan.
" Ikh.. Nggak lucu." Jawab Azell yang masih dengan malunya.
...❤️❤️❤️❤️...
...****To be continued****...
......****Jangan lupa, Like dan Vote****...
__ADS_1