
" Aku di bonceng dia?." Batin Amel.
" Cepat aduh neng, Napa keburu mulai." Itu bukan suara Chandra melainkan Kiki, Chandra sedari tadi hanya diam saja.
" I...iya." jawab Amel lalu dengan berat hati melangkah mendekati motor Chandra. Ke dua teman Chandra sudah lebih dulu jalan, namun Amel masih diam di sebelah motor Chandra.
" Aduh ini naik nya gimana, aku tidak bisa, aku pakai rok, boncengan nya se uprit." Ucap Amel dalam hati nya
" Kok diam? Naik." Ucap Chandra pada gadis itu.
" Eh? Susah naik." jawab Amel.
" Sini pegangan terus naik." Ucap Chandra menyodorkan tangan nya pada Amel, dan Amel lagi lagi hanya menatap sodoran tangan tersebut.
" Cepetan." Ucap Chandra mulai kesal.
" Iya." Jawab Amel ketus lalu meraih tangan Chandra sebagai pegangan untuk naik ke motor ninja itu.
" Sudah kan? Pegangan." Tanya Chandra pada Amel yang sudah duduk di jok belakang.
" Iya, thanks." Jawab Amel, Chandra tidak menjawab melainkan langsung memasukan gas motor nya, membuat Amel sedikit kaget dan Chandra menyadari itu.
__ADS_1
" Mangka nya pegang an." Ucap Chandra sedikit menoleh ke belakang lalu meraih tangan Amel dengan tangan kiri nya, agar memeluk pinggang nya.
Hal itu membuat Amel kaget dan menarik kembali tangan nya.
" Jangan di lepas, nanti jatuh." Peringatan Chandra pada Amel, dan peringatan itu membuat Amel mengurungkan niat nya
Ke enam remaja tadi sudah sampai gor lalu segera masuk ke dalam GOR menuju kursi penonton. Mereka mencari dimana supporter tim sekolah nya berada, setelah menemukan mereka ikut bergabung di sana.
" Untung tepat waktu." Ucap Kiki Karena saat ini tim voly sekolah nya sudah berada di lapangan akan melakukan coin toss.
Suara supporter sudah mulai heboh saat wasit melempar coin ke udara, lalu bunyi peluit menggema di ruangan besar ini yang menandakan di mulai nya pertandingan.
" Semangat!! Semangat!!! Semangat!!! Teriak para suporter.
" Abra!!! Semangat!!! Lu pasti menang!!!." Itu teriakan dari sahabat sahabat Abra.
Sedangkan Azell berada terpisah dari mereka, Azell berada di bawah tempat para atlit dan cadangan nya berada, Azell selalu menatap kemana pun suami nya bergerak.
" Ya Allah bang Abra ganteng banget sih." Ucap gadis di samping Azell, membuat nya menengok kepala dengan cepat.
" Ingat pacar lu kak." Tegur Azell.
__ADS_1
" Kkkk kalem dek, pacar gue tetap no satu di hati gue." Balas nya dengan senyum lebar.
" Bagus lah kalau begitu." Ucap Azell lalu pandangan nya kembali lurus pada suami nya, dia juga ikut berteriak menyemangati suami nya namun di dalam hati.
" Semangati Yo dek mereka, jangan diam saja " ucap Nova menyenggol Azell.
" Sudah kak." Jawab Azell.
" Lah kapan? Dari tadi lu diem Bae." Jawab Nova.
" Dalam hati menyemangati, he he." Jawab Azell.
" Yah kocak lu, mana dengar mereka, dah yuk ah ikutin gue teriakin ya satu dua.." ucap Nova.
" Kak Abra semangat!!! Aku padamu!!!." Teriakan kencang seseorang menghentikan Nova, lalu dengan cepat mereka berdua membalikkan tubuh nya lalu mendongak ke atas kursi penonton melihat siapa yang berteriak.
" Yaelah tuh anak songon anak lagi." Ucap Nova tidak suka setelah melihat Dira berdiir di dekat teman teman Azell namun cukup berjarak.
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1
......Jangan lupa, Like dan Vote......