FIRST LOVE STORY

FIRST LOVE STORY
Eps 231


__ADS_3

Dewa tersenyum.


" Kalau memang adik belum siap, katakan, dan mungkin Abra punya cara lain untuk menuntaskan hasrat nya, kalau hasrat nya sudah keluar kepala pasti pusing banget dek, mau ngapain ngapain juga susah, semua menjadi tersiksa, adik tidak mau kan melihat Abra tersiksa, jadi adik bisa melakukan hal dengan cara yang lain, tanpa ada yang di rugikan." jawab Dewa.


" Siap bang, terima kasih, Abang emang Abang Ter the best deh, kak Mira pasti bangga punya calon suami seperti Abang." ucap Azell sambil memeluk dewa dengan erat.


" Ya sudah sana adik duluan saja deh." Ucap Dewa Azell menggelengkan kepala nya.


" Tidak, nanti Abang tidak keluar." Ucap Azell dan Dewa terkekeh.


" Tidak dek, beneran nanti Abang nyusul, Abang beresin ini dulu sebentar kok " ucap Dewa.


" Bener ya?." Ucap Azell dan Dewa mengangguk pasti.


" Ya sudah adik keluar dulu, jangan lama lama loh." Ancam Azell.


" Iya adik ku bawel." Ucap Dewa


" ishhhhh." Kesal Azell keluar kamar, dewa terkekeh pelan.

__ADS_1


Sesuai ucapan, Dewa membereskan pekerjaan nya, semua nya sudah terselesaikan, tinggal besok di koreksi kembali, dia juga sudah capek duduk berlama-lama di depan laptop.


" Mana Abang dek?." Tanya bunda, Ayah sudah duduk di kursi kebesaran nya, Azell memposisikan duduk nya di sebelah suami nya.


" Sebentar lagi Bun keluar." Jawab Azell.


" Pasti lagi berduaan sama kerjaan nya." Celetuk ayah.


" Benar tuh yah." Ucap azell membenarkan.


" Abang memang nih." Ujar bunda, beberapa detik kemudian Dewa keluar kamar lalu duduk di samping bunda.


" He he he, iya bunda ku sayang, ini bantah kan sudah di sini." Jawab Dewa.


" Ya kalau bukan adik yang panggil, Abang tidak akan keluar, harus cepat-cepat dinikahkan berarti ini biar ada yang selalu ngikutin Abang." ucap bunda lagi bunda memang sudah tahu sifat workcholik sang anak pertama sampai bundanya selalu mengingatkan dewa melalui pesan atau telepon.


Dewa hanya nyengir lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Sudah sudah Bun ngomelin abangnya skip dulu kita makan yuk ayah sudah lapar nih." Ucap ayah dan disetujui oleh Devan.

__ADS_1


" betul yah." celetuk Devan.


Bunda mengambilkan makanan untuk ayah dan Azell mengambilkan makanan untuk Abra Devan sudah lebih dahulu mengambil nasi dan makanannya sedangkan Dewa melihat kearah dua pasutri muda di hadapannya


" aa' mau mana lauknya?." tanya ajal pada Abra


" itu sama itu aja." jawab APRA menunjukkan makanan yang menjadi pilihannya Azell pun mengambilkan nya untuk Abra


" pengen kan kayak adik-adikmu itu makanya cepetan halalin Elmira."bisik Bunda menyindir lalu menyenggol pelan lengan dewa, dewa pun tersadar.


" ya ini kan juga sudah direncanain bunda tinggal laksanakan." bisik Dewa balik dan ternyata ayahnya mendengarkan itu.


" bagus." ucap ayah pelan mengacungkan jempolnya pada dewa, dewa pun tersenyum kekhawatirannya akan kedua orang tuanya yang tidak setuju akan pilihan dirinya ternyata salah justru mereka mendukung juga keluarga Elmira ketika Dewa menyampaikan niatnya pada orang tua elmira mereka menyambutnya dengan baik tinggal membawa ayah bundanya mengunjungi kediaman rumah elmira


...🌷🌷🌷...


...To be continued...


......Jangan lupa, Like dan Vote......

__ADS_1


__ADS_2