
" Vita.... Udah ih.. Jadi ganas gini deh " Ucap azell berusaha melepaskan gigitan Vita dari lengan Ais
" Auw... Vita kamu emang mirip banget buaya kalau gini." Ucap Ais yang juga mencoba melepaskan gigitan Vita.
Sampai akhirnya Vita mau melepaskan gigitannya pada lengan Ais, dengan senyum yang begitu puas pastinya.
Sedangkan Ais dampai mengusap-usap bekas gigitan Vita.
" Gimana udah tahu rasanya di gigit buaya? " Tanya Vita seperti meledek Seli .
" APaan sih kamu... Sakit tahu ! Aku doain kamu mirip Artis Ely Sugigi tahu rasa kami " Kesal Ais membuat Vita cekikikan.
Begitu juga dengan azell yang langsung tertawa terbahak.
" Udah deh, kalian kayak anak balita tau nggak ! pakai gigit- gigitan segala." Jelas azell membuat Ais dan Vita saling pandang lalu tersenyum.
__ADS_1
" Eomma.! " Panggil Ais dan Vita kompak kepada azell.
Membuat azell menggelengkan kepalanya dengan tingkah kedua sahabatnya.
Sebentar perang, sebentar baikan, bahkan meski tidak ada yang meminta maaf terlebih dahulu di antara mereka tapi seperti baru saja tidak terjadi apa-apa, meskipun Vita tadi baru saja menyerang Ais dengan gigitannya.
Tapi mereka sudah kembali ke mode awal. Begitulah persahabatan mereka.
Sedangkan kini di tempat lain.
Abra, Adam, Papa, mama, ayah, bunda, Kepala Fakultas azell, Wali kelas Dara, juga kedua Orang Tua Dara sedang duduk dan menunggu kedatangan Dara dan juga laki laki yang sedang sangat di nanti mereka, siapa lagi kalau bukan sahabat Sandro yang sudah menghamili Dara.
Yang ternyata sekarang Wali kelas Dara juga berada di tempat itu. Membuat Dara sedikit terkejut, Dara menatap mereka dengan bingung, dia sadar kalau ini pasti menyangkut tentang masalahnya.
Mungkin Dara akan di sidang atau akan di berhentikan kuliah. Pikir Dara karena begitu gugup, Dara menatap Abra yang juga duduk di antara mereka, laki laki tampan yang sudah membuatnya benar-benar gila, Dara tersenyum kecut dengan apa yang menimpa dirinya, Dara sekarang merasa begitu kotor bahkan untuk menatan Abra Saja rasanya dia terlalu kotor .
__ADS_1
Tapi ini memang jalan hidup agar dia bisa menjadi seseorang yang lebih baik lagi.
" Huf.." Dara menghela nafasnya, kemudian dia ikut duduk bersama dengan kedua Orang Tuanya.
Dara mengepalkan tangannya untuk menguatkan dirinya, berbagai pertanyaan muncul dalam benaknya, karena baik Kepala Fakultas juga Papa dan ayah selaku Orang yang berkuasa belum membicarakan masalah yang menyangkut dirinya.
Sampai akhirnya seseorang datang menghampiri mereka, sontak saja semua yang berada di sana berdiri melihat laki laki yang selama ini memang mereka cari untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya kepada mahasiswi mereka.
Tapi tidak dengan Dara, Meskipun dia berdiri tapi linangan air matanya mulai keluar dari pelupuk matanya, dada Dara begitu sakit melihat laki laki yang sudah merubah hidupnya menjadi kelam, laki laki yang membuat Dara merasa tidak adil dengan kehidupannya, laki laki yang pergi begitu saja setelah apa yang di perbuatnya kepadanya.
Dara memejamkan matanya, membuat linangan air matanya semakin deras mengalir di pipinya, rasa sesak di dadanya semakin terasa, bahkan rasanya dara ingin mati saja melihat laki laki yang begitu dia benci sekarang, laki laki yang begitu pengecut menurut Dara.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih....