
" Tapi adik kan istri abang bukan pacar abang, biar nggak ada gosip kita umumin aja yank pernikahan kita, sekalian sama kehamilan adik, serta nanti kita bawa buku pernikahan kita" Jawab Abra memberi usul tapi tentu saja Abra juga dengan nada becanda.
" Belum saatnya bang. Nanti nunggu perut aku mancung kedepan ya bang." Jawab azell lebih enteng dari ucapan Abra tadi.
Abra nyengir dan menggelengkan kepala karena perkataan Azell.
" Hidung adik nih yang mancung..." Jawab Abra lalu menarik hidung Azell gemas.
" Emang hidung adik mancung..." Jawab Azell songong, membuat mereka berdua tertawa bersama.
Juga Abra mengacak rambut Azell gemas, pagi ini memang sangatlah indah untuk mereka berdua mengawali hari.
Sampai mungkin mereka berdua akan sama sama telat datang ke kampus.
Tapi itu tidak akan menjadi masalah tentunya untuk keduanya, anak Sultan mah bebas mungkin itu yang cocok untu mereka berdua.
Tapi sungguh, di antara mereka tidak ada yang menggunakan kekuasaan orang tuanya untuk bersikap seenaknya ketika berada dikampus juga Sekolah.
Setelah selesai semuanya, mereka semua turun kebawah untuk berangkat, tapi di bawah sudah
Setelah selesai semuanya, mereka semua turun kebawah untuk berangkat, tapi di bawah sudah sepi hanya ada asisten rumah tangga yang sedang melakukan pekerjaan masing masing.
__ADS_1
Mungkin Devan sudah pergi pikir mereka berdua.
Abra dan Azell saling pandang dan tertawa, mereka segera masuk ke mobil untuk berangkat.
Jam sudah menunjukan pukul 07.15 sudah dipastikan Azell akan telat, didalam mobil Azell terus berceloteh tak jelas kepada Abra, berceloteh kesal sampe membuat Abra hanya bungkam dan tidak menanggapi sama sekali.
Benar benar aneh, tadi sebelum masuk kedalam mobil Azell masih dalam keadaan mood yang baik sambil bergandengan tangan dengan Abra, tapi seketika berubah saat Azell melihat jam yang berada didalam mobil.
Suasana yang tadi romantis, berubah menjadi gaduh karena celotehan Azell, Sekali lagi benar benar bumil yang mudah sekali moodnya berubah.
"I Love you too sayang..." Ucap Abra yang sebenarnya tidak nyambung sama sekali dengan celotehan Azell.
Abra hanya tersenyum, tapi ucapa Abra barusan seperti sihir karena benar benar membuat Azell bungkam tidak lagi kesal dengan celotehannya.
Tapi sungguh skill Abra dalam menyetir mobil juga tidak diragukan lagi, tanpa Azell sadari mereka sudah sampai di depan gerbang.
Ternyata mereka belum telat karena masih banyak para mahasiswa dan mahasiswi yang baru juga berangkat.
Azell terkejut ketika sadar jika mereka sudah sampe, Azell menatap Abra dengan muka manis yang sangat lucu.
Bengong, yup... Azell masih terbengong sambil menatap Abra.
__ADS_1
" Kita udah sampe Bang.?? Tanya Abra kepada Azell, dan dijawab Abra dengan anggukan kepala.
" Tadi kita naik mobil apa terbang sih..?? Sambung Azell lagi masih tak percaya.
" Tadi kita terbang.. Nih masih dipesawat." Jawab Abra mencoba melawak.
Dan sukses membuat Azell memukul pelan lengan Abra, karena juga sadar jika mereka berada didalam mobil, bukan di pesawat.
" Duluan ya bang.. Dan ini keren banget.." Pamit azell sambil memuji abra karena tidak membuatnya telat.
Tapi ketika azell akan berbalik untuk keluar dari mobil, Abra buru buru mencegahnya.
" Bayar dulu dong." Ucap Abra kepada Azell.
Azell menaikan kedua alisnya bingung.
...❤️❤️❤️❤️...
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......
__ADS_1