FIRST LOVE STORY

FIRST LOVE STORY
Eps 204


__ADS_3

" Ahhh A'." Desah Azell saat tangan Abra bermain di salah satu gunung Azell dan bibir nya bermain di leher Azell. Abra langsungnya tersadar kalau dia sudah melewati batas janji diri nya.


" Dek, Aa' minta, Aa' sudah lewati batas." Ucap Abra yang langsung duduk dan Azell membenarkan baju nya yang tadi sempat naik.


" Tidak apa apa A', adik tadi juga terbawa suasana, kita sama sama menikmati nya." ucap Azell.


" Apa Aa' tidak keberatan kalau adik belum bisa menjadi istri Aa' seutuh nya?." tanya Azell.


" Dek." ucap Abra sambil memegang ke dua tangan Azell.


" Tujuan menikah adalah salah satu nya memang mengenai keturunan, dan keturunan itu di dapat kalau kita berhubungan yang biasa nya di lakukan oleh suami istri, tapi di sini Aa' juga tahu, kita masih sama sama sekolah, sebentar lagi Aa' juga mau kuliah, adik naik kelas XII, Aa' masih bisa menahan nya, selagi menunggu adik siap, Aa' ingin kita mempunyai istana sendiri, dan Aa' sudah bisa berdiri di kaki Aa' sendiri, tanpa embel embel keluarga, dan dimana nanti saat anak anak kita lahir, mereka sudah tidak akan kepanasan, serta tidak kekurangan apa pun, Aa' juga bisa membahagiakan adik dan anak anak kita kelak." ucap Abra sambil mencium tangan Azell.


" Ahh Aa' sosweet banget, adik tambah tambah tambah cinta dan sayang sama Aa', suami idaman banget." ucap Azell mencium semua wajah Abra lalu memeluk nya.


Abra hanya terkekeh dengan sikap istri nya, di balik sikap istri nya, itu bisa membuat Abra bersemangat untuk menjadi suami yang lebih baik lagi.


" A' adik juga tidak sengaja dengar waktu Aa' telepon seseorang di dalam kamar, dan Aa' nyebut sayang ke orang itu siapa?." Tanya Azell menatap Abra, Abra terlibat kaget.

__ADS_1


" Oh itu." Abra menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal


" Siapa? Cewek yang di mall itu kan?." Tanya Azell dengan mata berkaca kaca.


" Eh eh bukan bukan." Ucap Abra melihat raut muka sedih Azell.


" Bukan dek, super, itu si kakak." Jawab Abra.


" Benar?." Azell menatap dalam dalam mata suami nya.


" Eh, tapi emang adik sudah rencana ke rumah bunda sih, terus dengar itu ya sudah makin kuat deh pengen pulang ke rumah bunda, hati adik sangat sakit A' saat adik mendengar ucapan Aa' waktu itu, Aa' jahat baget tahu." Ucap Azell dengan menangis.


" Siapa yang suruh adik nguping hayo?." Tanya Abra


" Dih, adik tidak sengaja, lagian juga Aa' Nerima telepon sampai ngejauhin adik " ucap Azell cemberut


" Ya kalau Aa' jawab di samping adik rencana nya bisa gagal dong." Ucap Abra

__ADS_1


" Tapi beneran bukan si helli itu kan?." Tanya Azell menunjuk muka Abra, Abra terkekeh.


" Feli dek nama nya." Ralah Abra.


" Au ah, jangan sebut nama nya." Ucap Abra. " Uya maaf, beneran kemarin itu kakak, kalah adik tidak percaya cek saja ponsel Aa', lihat riyawat pesan sama panggilan." Ucap Abra, Azell menggeleng kan kepala nya.


" Adik percaya kok sama Aa'." Azell memeluk erat badan Abra.


" Masak? Tadi saja marah marah tuh." Goda Abra menoel pipi Azell.


" His adik tidak masar cuma kesal aja." Jawab Azell


...🌷🌷🌷...


...To be continued...


......Jangan lupa, Like dan Vote......

__ADS_1


__ADS_2