
Adam mengambil ponselnya yang berada di sakunya. Dia menghubungi Mr Richard agar tersambung dengan Sandro. Tidak perlu menjelaskan kepada laki laki brengsek di depan nya.
Karena laki laki seperti itu harus langsung dengan bukti agar lebih tau diri. Benar saja, munculah wajah Sandro di ponsel Adam, dengan segera Adam memberikannya kepada laki laki itu untuk menanyakan langsung kepada Sandro.
Sandro menjelaskan semuanya kepada laki laki yang merupakan sahabat karibnya itu, bahwa Abra sama sekali tidak bersalah, karena pada dasarnya seseorang yang bersalah ialah Sandro sendiri yang sebelumnya begitu menggilai Azell, gadis cantik yang sekarang menjadi istri Abraham Pryoga Pamungkas.
Bahkan Sandro juga memberitahukan kalau dia di New York begitu bahagia, karena Abra yang memberinya pekerjaan, meskipun pernah ada sedikit masalah tapi semua sudah teratasi karena abra yang begitu bertanggung jawab atas dirinya, Abra yang begitu berhati mulia kepada dirinya sampai memberi kesempatan untuk dirinya hidup lebih baik lagi.
Mendengar apa yang Sandro katakan membuat
sahabatnya itu seketika menangisi perbuatannya, dia merasa tidak enak hati karena telah membuat Sandro kecewa dan malu atas perbuatannya, meskipun niat awalnya ialah untuk membalaskan dendam Sandro kepada abra, dengan menghamili salah satu mahasiswi kampus yang Orang Tua azell dirikan.
Tapi setelah mendengar semua penjelasan dari Sandro sendiri sahabatnya itu tersadar dengan semua perbuatannya. Dia mengembalikan ponsel adam, lalu dengan segera bersimpuh di hadapan abra, meminta maaf atas apa yang sudah di perbuatnya.
" Gue minta maaf, Gue mau tanggung jawab " Ucapnya dengan nada suara yang terdengar begitu menyesal, tidak seperti tadi yang begitu menjengkalkan Abra dan Adam
" Itu yang Gue ingin " Jawab Abra singkat.
__ADS_1
" Besok Lo ikut kita " Sambung Adam menjelaskan membuat laki laki itu mengangguk.
Jujur saja dia sama sekali tidak ada rasa dengan dara, bahkan mengenal dara hanya untuk sekedar have fun *** saja selain membalaskan dendam kepada abra.
Tapi nasi sudah menjadi bubur jika dia berbuat maka dia juga harus bertanggung jawab.
Abra dan Adam meninggalkan tempat itu. Masalah hampir terselesaikan lagi, begitu juga dengan masalah Sandro yang sudah selesai di New York.
Tinggal satu masalah, ialah tentang Feli yang ntah sekarang tidak di ketahui keberadaannya, tapi selagi tidak mengganggu hubungannya dengan Azell, abra akan membiarkannya saja.
Dan kini Abra dan azell sedang berada di salah satu Mall terbesar di kota mereka.
Mall yang juga di miliki oleh keluarga pamungkas tentunya.
Mereka sedang berada di toko baju khusus untuk anak-anak dan bayi.
Kehamilan azell memanglah belum begitu besar, baru memasuki usia 4 bulan, tapi rasanya azell sudah tidak sabar ingin membeli baju baby yang begitu terlihat lucu-lucu dan menggoda matanya untuk membelinya.
__ADS_1
" Bang ini bagus nggak? " Tanya azell yang di jawab Abra dengan mengernyitkan keningnya.
" Jangan yank.. Itu kan baju cewek, anak kita kan cowok nanti " Jawab Abra membuat azell gemas saja dengan jawaban suaminya.
Padahal mereka sama sekali belum mengerti jenis kelamin calon anak mereka, tentu saja karena kehamilan azell yang baru memasuki 4 bulan jika di USG belum terdeteksi jenis kelaminnya.
Tapi Abra sangat menginginkan anak laki-laki sekarang, sedangkan azell begitu menginginkan anak perempuan, meskipun pada awalnya mereka terserah dengan Tuhan yang di atas akan memberi anak laki-laki ataupun perempuan yang terpenting sehat tanpa kurang suatu apapun.
Tapi nyatanya sekarang sudah sama-sama berubah 90° keinginan mereka.
...❤️❤️❤️❤️...
...****To be continued****...
......****Jangan lupa, Like dan Vote**...
__ADS_1