
Setelah pulang Kuliah . azell langsung berniat menemui Abra di Kantornya . Tadi Arshaka memang kembali di bawa pulang oleh Abra setelah menemui beberapa dosen di Kampus Azell .
Bahkan kedatangan Abra tadi semakin membuat teman - teman Kampusnya heboh . Meskipun kini mereka sudah tahu siapa Azell dan Abra sesungguhnya , tetapi mahasiswi dengan kategori centil tetap saja seperti di butakan oleh wajah rupawan Abra, mereka masih mengagumi Abra tanpa perduli setatus Abra sekarang yang sudah menjadi seorang suami dan istri .
Bukan masalah hebohnya teman - tema Kampusnya yang akan Azell permasalahkan , karena Azell akui pesona Abra memang sangat sulit untuk di biarkan begitu saja , Azell membiarkan teman - teman Kampusnya yang mengagumi atau mengidolakan suaminya , yang terpenting masih dalam hal yang wajar .
Tetapi masalah ucapan mahasiswi tadi pagi itu yang membuat Azell terus berpikir di otaknya .
" Sayang kok nggak minta jemput ?. " Tanya Abra melihat Azell yang masuk ke dalam ruangannya .
' Nggak usah , tambah heboh dan masalah baru lagi nanti . " Jawab Azell dengan nada sinis .
Abra tersenyum , dia tahu jika Azell sekarang pasti sedang kesal karena kejadian tadi pagi , Abra juga sudah menceritakan masalah itu dengan Adam tadi .
Abra mendekat ke arah Azell , lalu memeluk Azell yang kini sedang di mode singa kepada dirinya .
" Kenapa sayang ?. " Tanya Abra sengaja menggoda Azell .
__ADS_1
Azell menatap Abra tidak percaya , Abra masih bisa tanya kenapa melihat Azell sekarang yang sedang merah padam menaham amarahnya , benar - benar menyebalkan .
" Masih tanya kenapa ?. " Tanya Azell dengan nada yang sudah naik satu oktaf .
Abra menautkan kedua alisnya , membuat Azell semakin kesal saja .
"Apa maksu ..... mmmmm . " Ucap Azell terpotong karena Abra sudah lebih dulu membukam mulutnya dengan ciuman di bibir Azell .
Jika sedang berada di ruangan Kantornya . Abra selalu ingin melakukan *** - *** dengan Azell , seperti sekarang ini meskipun mereka sedang tidak dalam keadaan baik- baik saja , tetapi rasanya untuk menahan Abra tidaklah mampu .
Dia berniat nanti akan menjelaskan semuanya kepada Azell , tetapi nanti setelah hasratnya sudah tersalurkan , karena sekarang Abra sedang sangat menginginkan , pokoknya ruangan di Kantornya seperti terdapat aliran yang membuatnya selalu ingin melakukan dan terus melakukan jika di temui oleh azell .
Memang ada tempat tidur di ruangan kecil khusus untuk istirahat Abra ketika sedang berada di Kantor papa nya .
Tetapi mereka baru melakukannya di kamar kecil itu sekarang ini . Biasanya mereka akan melakukan di ruangan Abra .
Azell menghadap ke arah Abra yang sedang menatap langit - langit kamar itu .
__ADS_1
" Bang . " Panggil Azell lirih , Abra menoleh ke arah Azell dengan senyum yang sangat tampan .
" Thank honey . " Jawab Abra yang hanya mendapat anggukan kepala dari Azell .
Abra mencium kening Azell cukup lama dan dalam , lalu berlanjut mencium bibir Azell sekilas .
Sebenarnya Azell memanggil Abra ingin menanyakan tentang tadi pagi ketika di Kampusnya .
" Apa bang ada yang abang sembunyikan dariku ?. " Tanya Azell dengan nada pelan dan sangat tenang .
Abra menatap Azell lekat , lalu tersenyum sekilas dan menganggukan kepalanya pelan , Abra pikir mungkin ini sudah saatnya untuk Azell mengetahui yang sebenarnya .
Abra akan menceritakan semuanya kepada Azell .
...❤️❤️❤️❤️...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih....
...Mampir ke ceritaku yang lain ya kak...