
" Aa' kalau mau pergi tidak apa apa sekarang saja." Ucap Azell.
" Hah? Maksud nya?." Ucap Abra bingung, Azell tidak menjawab justru meraih gagang pintu dan mencoba membuka.
Ceklek.
Ternyata pintu tidak terkunci, Azell merutuki diri nya yang hanya menggedor gedor pintu hampir 5 menit lebih, ternyata pintu tidak terkunci.
" Ingin ku berkata kasar." Geram Azell dalam hati.
" Eh kok gelap gini?." Ucap Azell mendapati rumah orang tua nya dalam keadaan gelap tanpa ada penerangan secuil pun.
" Biar Aa' cek ke dalam dulu, adik tunggu di sini sebentar ya." Ucap Abra sudah menyala kan lampu senter ponsel nya, Azell hanya mengangguk, dia masih mode kesal pada suami nya.
__ADS_1
Sudah 10 menit Abra masuk ke dalam namun suami nya tidak kunjung keluar, lampu juga tidak kunjung menyala, Azell khawatir sebenarnya apa yang terjadi, akhir nya Azell memutuskan untuk menyusul suami nya ke dalam dengan perasaan was was.
" Aa'." Teriak Azell masuk ke dalam.
" Aa' dimana? Jangan bercanda." Ucap Azell sedikit berteriak, tangan nya mencari ponsel nya di dalam tas kecil nya.
" Bunda ayah!." Teriak Azell, ponsel nya juga belum dia dapat kan, karena gelap Azell kesusahan mengambil ponsel nya, saat tangan nya merasakan benda pipih itu buru buru dia mengambil tapi belum sempat di ambil lampu sudah menyala.
" Happy birthday to you, happy birthday to you my wife." Ucap Abra yang keluar dari arah dapur dengan membawa kue tart serta lilin bertuliskan angka 18 serta satu tangan nya memegang bingkisan jajan yang di hias seperti bunga.
Azell tidak menyangka akan mendapatkan kejutan seperti ini, perlahan air mata nya menetes, bukan air mata kesedihan, namun air mata bahagia dan hari.
Abra berdiri tepat di hadapan azell yang menatapnya dengan air mata yang mengucur Abra memberikan bingkisan jajan tersebut pada azell dan azell pun menerimanya.
__ADS_1
" Kok nangis, kan Aa' sudah bilang, Aa' tidak suka kalau lihat adik nangis kayak gini, maafin Aa' ya." Ucap Abra menyeka air mata Azell dengan satu tangan nya yang kosong, Azell memegang tangan Abra yang berada di wajah nya dan menggeleng kepala nya.
" Adik nangis bahagia, adik kita kalian semua lupa sama hari ini, hua hua Hua." Ucap Azell menatap satu persatu orang yang berada di sana.
" Yah, kok malah tambah nangis si kak, sudah gede juga." Ucap Rio mencibir, Azell hendak membalas ucapan Rio, namun dengan cepat Abra menyela sebelum adu mulut terjadi antara ke dua nya.
" Sudah sekarang adik tiup lilin nya dulu ya, jangan lupa berdoa." Ucap Abra menatap Azell, Azell pun mengangguk pasti menatap suami nya, sebelum meniup lilin Azell menadahkan ke dua tangan nya sejajar dengan dada untuk berdoa, setelah itu meniup lilin nya dengan semangat.
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......
__ADS_1