
" Halo kak." ucap sandro di seberang telepon
" Aku butuh bantuan kamu." jawab Abra to the point
Sandro membatin seperti tidak pernah butuh bantuan aku saja selama ini bukannya Abram menyuruhnya untuk memata-matai azell bukankah itu juga bantuan meskipun disini pihak sandro juga sangat di untungkan.
" Ba Bantuan apa kak?." tanya sandro sedikit gugup.
" Kamu hapus video aku sama azel di ponsel Feli." apapun caranya jawab Abra.
"Ta tapi bagaimana caranya kak?.* jawab sandro yang memang bingung dengan perkataan abra.
" Itu urusan kamu awas aja kalau nggak kamu lakuin aku tahu kamu jago tentang hal ini." jelas Abra yang membuat sandro pasrah.
" Ba ba baik kak." Jawab sandro tergagap.
Abra langsung mematikan sambungan teleponnya dia sedikit bisa bernafas lega dia tahu kalau anak curut itu tidak akan berani menolaknya.
" Gimana?." Tanya Adam kepada Abraham.
" Thanks dam." jawab Abra dengan senyum tanpanya Adam tahu kalau rencananya berhasil.
__ADS_1
" Abang." Ucap azepl di ujung tangga bawah.
Abra dan ada menoleh kearah azel, terkejut pasti nya, Abra sangat takut jika hasil mendengar pembicaraannya tadi dengan Adam.
Azell berjalan kearahnya membuat Abra sedikit gelagapan sumpah demi apapun saat ini adalah benar-benar khawatir jika istrinya sampai tahu tentang hal ini.
" Abang adek laper." ucap azell lagi yang sedari tadi melihat Abra dan Adam hanya terbengong-bengong.
" Sayang sudah dari tadi bangunnya?." tanya APRA tanpa menjawab perkataan azell
Adam hanya menggeleng-geleng kepalanya pelan melihat tingkah Abra yang seperti kepergok singa bangun itu.
" Abang ih adek laper." jelas azal kesal karena Abra tidak menanggapinya.
" aman." batin abrahah yang tahu jika hasil tidak mendengar pembicaraan nya tadi.
Hasil melirik jam dinding yang masih menunjukkan jam 22.00 malam boleh lah ya makan di luar pikir azell.
" Di restoran sebelah klubnya teman abang." jawab aja dengan senyum manisnya jurus andalan agar Abra mengiyakan.
" Sudah malam sayang Abang ke sini saja ya." tolak Abra pelan hampir saja tadi ada terlena dengan godaan azell.
__ADS_1
" Tidak mau please bang ini dedeknya yang minta masa Abang tega sih." jawab azel dengan balasan dedek bayi di dalam perutnya yang meminta.
Abram mengangguk mengiyakan kalau sudah mengenai calon anaknya di dalam perut mau tidak mau Abra harus mengalah dia tidak mau terjadi apa-apa dengan calon anaknya.
" Em Alasan." sindir Adam kepada Azell.
Azal ketika menoleh ke asal suara dengan terkejut.
" Ish... Sejak kapan kak Adam di sini?." tanya azel yang baru sadar dengan keberadaan Adam.
" Ya ampun zell kamu dari tadi tidak lihat kakak di sini?." tanya ada yang dijawab Azell dengan gelengan kepala.
" Oke lah emang kakak bagaikan butiran debu di mata kamu." jawab Adam ngasal.
" Apaan sih kak lebay deh eh BTW ajak ais sama Vita juga ya kak kak Dimas mau ikut kan." ucap azell tiba-tiba yang teringat dengan kedua sahabatnya.
" Ais.... Vita....?." Tanya adam memastikan dan azel mengangguk yakin.
" Enggak usah lah sayang sudah terlalu malam kasihan mereka tidak bakal diijinin sama orangtuanya." jelas Abra kepada Azell.
...❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......