
"Kalau aku jadian ma Kak kiki... Kamu nanti jomblo sendirian Is Is...aku nggak tega.." Ucap Vita yang sukses membuat azell dan Ais terkejut.
"Astaga... Vita benar benar berubah dalam waktu sekejap, sejak Dia pingsan ketelmian dan kekonyolan Vita seperti hilang begitu saja, tentu saja itu semua karena Kiki.
" Viy... Kamu keren.." Puji Ais yang malah membuat Vita mengernyitkan keningnya.
" Maksud kamu ais..?? " Tanya Vita bingung.
" Lo jadiannya ma Kak Kiki nanti aja nunggu Kak adam pulang. Biar aniversery nya kita barengan.." Jelas Ais sambil menaik turunkan alisnya, membuat azell dan Vita saling pandang dan menggeleng.
" Astaga...Is Is." Jawab azell dan Vita yang langsung kabur, karena tau Ais sudah pasti akan marah di panggil dengan sebutan Is is.
Sedangkan kini Abra sedang tersenyum miring mendapat chat dari Kiki yang memberitahukan jika azell sengaja mengerjai Abra dengan berpura pura marah padanya.
" Awas kamu yank..." Batin abra.
Sedangkan Sandro masih diam duduk di depan abra, dia sendiri merasa lega dengan kedatangan abra.
Baginya sekarang abra seperti pahlawan untuknya.
" Kami sempet nemenin Feli minum..?? " Tanya Abra yang di angguki oleh Sandro.
" Siapa yang memesan minuman.?? " Tanya abra lagi kepada Sandro.
__ADS_1
" Kak Feli." Jawab Sandro dengan nada sedikit takut.
" Kalau kamu nggak sala, kamu nggak usah takut." Sambung Adam yang duduk di sebelah Abra, Kembali Sandro hanya mengangguk.
" Dam sudah semua kan..?? " Tanya Abra kepada Adam.
" Beres Abra..." Jawab adam mantab.
" Kamu... Harus di rehab dulu untuk beberapa waktu, nggak usah takut kamu nggak akan di penjara, tapi ingat di persidangan nanti kamu harus kasih kesaksian yang jujur, jangan pernah takut sama siapapun selagi kamu benar termasuk Felu." Jelas abra kepada Sandro.
" Baik Kak abra. Terima kasih banyak Kak.. Terima kasih.." Jawab Sandro kepada abra.
Hanya itu yang mampu Sandro katakan saat ini untuk Abra, Sandro begitu berhutang budi kepada laki laki di depan nya, siapa lagi kalau bukan Abraham Prayoga Pamungkas.
Sedangkan Adam tampak terkejut dengan perkataan Abra barusan, bagaimana mungkin mereka akan langsung kembali tanpa menikmati kota New York yang indah ini.
Kini Abra dan Adam sudah berada di dalam mobil lagi, mereka akan menuju ke hotel untuk beristirahat sebelum nanti bersiap siap untuk kepulangan mereka ke Indonesia.
"Bra.. kamu gila." Ucap Adam kepada Abra, membuat Abra menoleh ke arah Adam dengan mengernyitkan keningnya bingung.
" Kita baru sehari di sini man." Jelas adam kepada Abra.
" Tapi urusan Kita udah selesai kan..?? " Tanya Abra dengan angkuhnya.
__ADS_1
"Fix.. kamu emang bucin parah karena azell." Jelas Adam kesal kepada abra.
Percuma juga adam berdebat dengan orang seperti abra, tidak akan bisa melawan abra seseorang yang sebenarnya begitu keras kepala.
Abra hanya bisa di kalahkan oleh azell seorang, dan Adam tahu itu.
" Terserah kamu.." Jawab Abra santai.
Bahkan Abra malah sibuk memikirkan apa yang harus di lakukan kepada istri cantiknya itu. Adam melirik abra sekilas, terlihat abra yang sedang memikirkan sesuatu, tapi tentu saja adam tau yang sedang abra pikirkan tidak lain dan tidak bukan ialah azell.
" Kami mikirin azell.?? " Tanya Adam yang di jawab abrq dengan senyum tampannya, tapi begitu terlihat menyebalkan untuk adam.
" Aku mau ngerjai dia.." Ucap abra membuat adam terkejut.
" Kamu tau kan tadi aku udah gegana seperti apa karena mikirin kemarahan azell, yang ternyata cuma mainin aku Dam.." Jelas Abra yang membuat Dimas menggelengkan kepalanya.
" Kami mau balas itu..?? Astaga abra.. kamu emang udah nggak waras." Jawab adam yang lagi-lagi hanya dapat senyuman dari Abra.
...❤️❤️❤️❤️...
...****To be continued****...
......****Jangan lupa, Like dan Vote****...
__ADS_1