
Tiba-tiba dari depan ia melihat Melia sedang berjalan di koridor kampus bersama dengan kedua temannya itu ia datang menghampiri Amelia dan kedua temannya itu melihat tersenyum saat melihat ada mama dari Abra juga di depan nya dan bersamaan dengan ke dua orang tua Abra juga datang ke kampus
" Tante." Panggil Melia kepada mama Abra.
" Kenapa Tante di sini?." Tanya Melia.
Plak plak.
Mama Abra langsung menampar Melia dua kali sebelum Melia menyelesaikan ucapan nya.
Melia memegang pipinya yang habis ditampar mama abra, Ia sangat kaget melihat mama abra yang secara tiba-tiba menampar nya sampai dua kali.
"Beraninya kamu!" Ucap mama abra dengan ekspresi marahnya.
"Tante, ada apa? Kenapa tante tiba-tiba datang melempar saya?" Tanya dengan ekspresi yang bingung sambil memegang pipinya.
"Berani sekali kamu menghina azel di depan banyak orang, emangnya kamu siapa?" Teriaknya.
__ADS_1
"Apa, Azel?" Sahut Melia dengan kaget.
"Tante tidak menyangka kalau kamu ternyata gadis yang sangat jahat" ucapnya dengan marah.
"Tante, Melia tidak bermaksud jahat. Melia hanya ingin menyadarkan Kak arka kalau Azel itu gadis yang tidak benar"
Plak.. mama abra kembali menampar Melia dengan keras.
"Siapa kamu, berani mengatakan itu pada menantuku?" Teriaknya sampai terdengar oleh beberapa mahasiswa yang sedang lalu lalang di situ.
"Apa, menantu tante?" Ucapnya dengan sangat kaget sampai matanya melotot saking terkejutnya.
"Bagaimana ini, Mama sampai dipanggil ke kampus?" Gumamnya dengan wajahnya yang ketakutan.
Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya yang gemetar, ia tak menyangka kalau Azel benar-benar istri Abra apalagi mama Abra sampai menamparnya tadi. Ia sangat ketakutan jika ia sampai dikeluarkan dari kampus dengan tidak hormat.
"Melia, Apa kami akan dikeluarkan dari kampus?" Tanya Ani yang juga sangat takut karena perbuatannya yang membantu Melia.
__ADS_1
"Diam lah!" Teriak Melia membuat kedua temannya kaget.
"Ya Tuhan sampai mamaku pun sudah dipanggil ke kampus, aku sampai tidak tahu bagaimana ini?" Dalam hati Melia.
Melia tidak tahu kalau ibunya dipanggil ke kampus karena sejak pagi ia tidak bertemu ibunya itu. Ia baru tahu ketika Mama Abra memberitahunya tadi.
Tadi malam memang mama, papa Abra dan ayah bunda azell ke rumah sakit bertemu dengan Pak Kurniawan karena ia marah atas perbuatan sandi pada Azel.
Saat itu sandi menceritakan diri nya yang dihubungi Azel duluan. Untuk membuktikan ucapan nya, ia memberikan nomor yang selalu menghubungi itu pada Mama Abra.
Ayah Azel menyelidiki nomor yang dipakai Melia itu, hanya sebentar saja ia sudah tahu siapa pemilik nomor itu meskipun nomor yang digunakan Melia tidak aktif lagi.
Pak Kurniawan memanggil semua orang terlibat dengan kejadian Azel kemarin untuk berkumpul di kantor nya atas perintah Mama Abra. Tak lama kemudian mereka sudah berkumpul di kantor direktur.
Terlihat Abra dan Azel yang duduk di sofa bersama dengan kedua orang tua Abra dan ke dua orang tua Azell, ia memeluk bahu istrinya itu.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......