
Sedangkan azell terkikik mendengarkan Ibu mertua dan kedua sahabatanya.
Tapi tangannya masih sibuk membalas chat Abra yang terus memintanya untuk pulang cepat.
Mereka berdua lupa jika sedang bersama dengan Ibu mertua dan sahabatnya, bukan hanya bertiga saja seperti biasanya.
" He.. Ni mau sekalian curhat sama ma " Jawab Vita dengan kikuk.
' Besok harus pada main ke rumah Iho kita rayain bersama, kasih tau mama ya kalau Adam sama Kiki sampai berani macam-macam sama kalian " Jelas Mama kepada ais dan Vita.
" Siap ma" Jawab Ais dan Vita kompak.
" Mertua aku baik kan ? " Bisik azell kepada ais dan Vita.
Semoga Maminya Kak Kiki kayak mama " Jawab Vita lirih.
" Wuhh.. Ngarep aja kamu " Ledek Ais kepada Vita.
" Biarin, syirik aja kamu " Jawab Vita membuat azell dan Ais tertawa.
__ADS_1
" Hush... Jangan berisik di rumah sakit, nanti di suntik Dokter Iho " Sambung mama membuat ketiga gadis cantik itu menahan tawa dengan senyuman mereka.
Mereka kembali berjalan, tentu saja sedari tadi banyak karyawan Rumah Sakit dan juga para Dokter yang mengangguk memberi salam kepada mama.
Pemilik Rumah Sakit Pamungkas. Sampai akhirnya mereka sampai di depan ruangan di mana Dara sedang di rawat.
Di depan ruangan Dara ada dua Orang paruh baya yang memang sedang menunggu kedatangan mama.
Siapa lagi kalau bukan kedua Orang Tua Dara. Orang Tua Dara berdiri dan tersenyum kepada mama. Juga ketiga gadis yang datang bersama mama.
" Ibu silahkan " Ucap Ibu Dara kepada mama.
Mama mengangguk sambil tersenyum, mengikuti kedua Orang Tua Dara yang lebih dulu masuk ke dalam ruangan Dara.
Sampai di dalam ruangan. Terlihat Daraa yang masih berbaring lemah di ranjang pasiennya.
Dara memalingkan wajahnya melihat kedatangan azell dan kedua sahabatnya.
Tentu saja Dara sangat malu dengan apa yang terjadi dengannya, terlebih azell adalah musuh bebuyutannya, meskipun sebenarnya Dara lah yang selalu mencari gara-gara kepada azell dan kedua sahabatnya.
__ADS_1
" Nak.. Ada Ibu Nak " Ucap Ayahnya Dara memberitahu.
Dara menghela nafasnya, jujur saja Dia begitu malu dengan apa yang sekarang ini dialami olehnya. Bahkan rasanya Dara sudah tidak ada lagi semangat untuk hidup di dunia.
Darra masih terdiam tanpa menjawab perkataan Ayahnya, buliran air matanya mulai menggenang di pelupuk matanya, sampai akhirnya tidak lagi bisa Dia tahan dan keluar begitu saja.
" Sayang " Sambung Ibunya Dara mencoba agar Dara mau menoleh ke arah mereka.
" Sudah Bu.. Biarkan saja, saya tau memang tidak mudah untuk Nak Dara dengan keadaannya seperti sekarang ini " Sambung mama kepada kedua Orang Tua Dara.
Mama meletakan beberapa bingkisan buah ke dalam meja yang berada di sebelah ranjang Dara. Lalu mama lebih mendekat ke arah Dara.
Saat ini posisi Dara masih membelakangi kedua Orang Tuanya, mama, juga azell dan kedua sahabatnya.
Mama mengusap pelan punggung Dara, Meskipun marah tapi mama juga merasa kasihan dengan Dara yang masih begitu muda tapi salah dalam pergaluan sampai harus mengalami hal seperti sekarang ini.
" Nak.. Saya datang ke sini hanya untuk sekedar menengok kamu, ingin tahu keadaanmu tanpa ada maksud lain, jika Kamu merasa tidak nyaman karena adanya menantu saya dan teman temannya, itu saya sendiri memang yang mengajak mereka untuk datang ke sini melihat keadaanmu " Jelas mama sambil mengusap pelan pundak Dara.
...❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1
...****To be continued****...
......****Jangan lupa, Like dan Vote****...