FIRST LOVE STORY

FIRST LOVE STORY
Eps 494


__ADS_3

Semua berdiri dan mengangguk memberi hormat ketika Abra dan Adam masuk, hanya satu orang yang masih duduk tanpa bergeser sedikitpun, siapa lagi kalau bukan Papa.


Setelah Abra dan Adam duduk, semua staf kantor kembali duduk.


Pak Rendy membuka meeting pagi ini meeting dadakan yang membuat Papa juga cukup heran dengan apa yang dilakukan oleh Abra, karena mengadakan meeting dadakan ini.


Semua staf kantor yang ikut meeting, juga Papa di bagikan beberapa lembaran kertas, itu adalah data dan bukti jika setahun ini Pak Septa telah melakukan korupsi tanpa mereka tau.


Bahkan Papa yang membaca secara detail kertas yang sedang dipegangnya begitu sangat terkejut. Pak Septa yang termasuk orang kepercayaanya tega menghianatinya, bahkan dalam waktu dan jumlah yang cukup lama.


Membuat Papa menggeram kesal, begitu juga staf lain yang begitu terkejut. Pak Rendy juga Abra menjelaskan secara detail dan rinci semuanya, sampai akhirnya rapat selesai dan semua kembali ketempat kerjanya masing masing.


Mungkin saat ini dikantor Pamungkas sedang trending dengan kesalahan yang Pak Septa lakukan, tapi tentu saja mereka tidak bherani bercerita apa lagi sampai kantor lainnya tau akan masalah ini.


Sepertinya hal ini tidak akan terjadi, mereka begitu menghormati Papa karena begitu baik dan tegas. Kini di ruangan meeting hanya ada Papa, Abra, Adam juga Pak Rendy.


Rasanya Papa masih tak percaya dengan semua ini, niat hati ingin menjenguk Putra Pak Septa juga bertemu dengan Pak Septa di Rumah sakit kini dia urungkan.

__ADS_1


Mungkin Papa tidak bisa memaafkan Pak Septa.


" Papa.... Ada lagi yang ingin aku beri tahu." Ucap Abra kepada papa nya.


Papa menoleh ke arahnya, dengan menautkan alisnya, rasa kesalnya belum juga reda dengan penghianatan yang Pak Septa lakukan.


" Katakan." Jawab Papa tegas.


" Ini tentang anak Pak Septa." Sambung Abra. membuat Papa semakin penasaran dan juga bingung.


" Jelaskan semuanya, agar papa tidak lagi salah menilai orang." Ucap Papa.


Papa menatap Abra tajam, seperti meminta penjelasan, bahkan Abra tidak pernah ditatap papa nya seperti sekarang ini.


Papa begitu hangat ketika berada di dalam rumah dengan keluarganya, tapi jika berada dikantor Papap memanglah tegas dan jangan lupakan jika dia juga sangat dermawan.


Adam dan Pak Rendy masih duduk tanpa kata, mereka masih sama sama menyimak, apa lagi mood bos besarnya saat ini sedang tidak baik.

__ADS_1


" Anak Pak Septa yang bernama Sandro.." Ucap Abra terhenti, begitu berat ingin mengungkapkannya dengan Papa nya.


Abra mengepalkan tangannya kuat, kemudian menghembuskan nafas kasarnya.


"Dia telah melecehkan Azell." Sambung Abra seketika membuat mata Papa membulat dengan sempurna.


Braakk..


Papa menggebrak meja besar yang berasa di depannya. Sampai membuat Adam dan Pak Rendy begitu kaget dan sedikit gugup dengan amarah yang Papa tunjukan.


Sedangkan Abra masih duduk pada tempatnya dengan expresi datarnya.


" Apa maksud kamu Abra??? Katakan dengan jelas." Ucap Papa kini sudah semakin emosi mendengar menantu kesayangannya dilecehkan oleh orang lain. Dan lagi Abra sebagai suaminya hanya diam saja, tanpa mengirim bajing*n itu kepenjara.


" Zela tidak tau akan hal ini pa." Sambung Abra lagi semakin membuat Papa bingung.


...❤️❤️❤️❤️...

__ADS_1


...****To be continued****...


......****Jangan lupa, Like dan Vote****...


__ADS_2