FIRST LOVE STORY

FIRST LOVE STORY
Eps 733


__ADS_3

Kini semua sedang menunggu azell di depan ruangan dengan keadaan cemas dan khawatir pastinya.


Bahkan keluarga azell juga sudah berada di sana semua, Papa hang tadi hampir melupakan besannya itu sudah memberitahukan bahwa azell akan segera melahirkan.


Adam dan Kiki duduk di ruang tunggu, Ais dan Vita mondar mandir merasa khawatir, sedangkan Papa dan ayah berdiri menunggu, Bunda dan Mama berdiri tepat di depan pintu, sesekali mereka saling pandang dan juga saling menguatkan satu sama lain.


Dewa dan Devan belum datang karena mereka masih berada di jalan Dan akan segera ke rumah sakit.


Abra kini menggenggam tangan azell untuk memberi kekuatan pada azell yang sedang berjuang untuk kelahiran anak mereka.


Hanya satu orang yang boleh menemani azell di ruang persalinan. Dan itu adalah suami azell sendiri abra, jujur saja awalnya Abra ingin menolak karena tidak tega melihat azell yang terus mengaduh sakit, tapi setelah di jelaskan oleh Dokter, akhirnya abra menyanggupinya.


" Ayo... Sayang dorong lagi." Ucap abra berniat memberi semangat kepada istrinya.


Dokter dan beberapa suster juga sudah berada di depan azell untuk memberi intruksi kepada azell, kapan harus mengejan dan mengambil nafas.


" Mi....num Kak." Ucap azell lirih.

__ADS_1


Dengan sigap abra langsung mengambilkan minuman untuk azell, setelah selesai minum azell kembali di beri intruksi untuk mengejan karena Bayinya juga kembali mencari jalan untuk keluar.


Sebenarnya azell termasuk wanita yang beruntung, tadi ketika di bawa ke rumah sakit.


Azell masih bukaan pertama, tapi setelah berapa menit azell sudah bukaan sempurna, membuat azell tidak harus merasa sakit yang berkepanjangan, karena biasanya ada yang sampai dua hari dua malam merasa sakit ketika akan melahirkan.


Melihat perjuangan azell untuk melahirkan anak mereka, membuat Abra sudah tidak sanggup lagi menahan air matanya, tapi Abra terlalu gengsi jika sampai mengeluarkan air mata di depan Dokter dan juga beberapa perawat di ruangan itu.


Abra terus berjanji dalam hatinya jika anaknya sudah lahir dia akan semakin menyayangi istri dan juga anaknya.


" Aya Nona azell sedikit lagi." Ucap Dokter mengintruksi azell untuk kembali mengejan.


Ujung kepala anak mereka sudah kelihatan, tapi azell kembali berhenti karena seperti sudah kehabisan nafas, abra melirik ke arah bawah, di mana kepala calon anaknya sudah sedikit kelihatan, memang hanya sedikit sekali tapi mampu membuat abra semakin semangat untuk memberi semangat kepada azell.


" Sayang ayo semangat, kepala anak kita sudah kelihatan." Ucap Abra membuat azell menatap Brayen sekilas lalu kembali mengejan.


" I Love You." Bisik Abra kepada azell.

__ADS_1


Azell hanya tersenyum tanpa menjawab, rasanya dia sudah lemas karena terus mengejan.


" Abang keluar, panggil Ais sama Vita." Ucap azell seketika membuat abra, Dokter dan beberapa perawat saling pandang dan terdiam sejenak.


" Aku mau mereka di sini sekarang." Sambung azell dengan suara lemah.


Abra menatap Dokter, dan Dokter itu mengangguk mengiyakan permintaan azell yang sebenarnya sangatlah aneh, hampir sedikit lagi saja anaknya keluar tapi masih menginginkan permintaan yang aneh.


...❤️❤️❤️❤️...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih....


Mampir ke ceritaku yang lain ya kak


__ADS_1


__ADS_2