
Jika sampai itu terjadi sandro tidak bisa lagi membayangkan nasib keluarga dan juga dirinya.
Ini memang kesalahan nya juga orang tuanya lebih tepatnya bapaknya sandro akan menerima apapun yang terjadi kedepan hanya saja ada sedikit harapan dalam hati jika Abra memaafkannya memberi kesempatan sekali lagi dia akan gunakan sebaik mungkin.
Tidak akan lagi mengusik atau bahkan sampai berani mengganggu azell.
Sandro mulai beringsut dia bahkan kini berada tepat di bawah Abra memohon ampun untuk kembali memberi kesempatan untuknya.
" Kak Abra saya minta maaf saya sudah melakukan kesalahan yang begitu besar juga atas nama bapak saya saya benar-benar minta maaf." ucap sandro dengan nada penuh takut kepada Abra.
Abra tersenyum miring dia tahu kalau akan seperti ini jadinya anak curut seperti Sandra memanglah hanya belalang atau curut kecil baginya.
" Bangun." Ucap Abra tegas.
Dengan penuh keraguan sandro berdiri melihat ke arah Kiki Adam lalu pak Rendi dan terakhir tentunya saja ke arah abrahah yang sedang menatap lurus ke depan tanpa menatapnya.
" Pak Rendi adalah saksi jika lain hari kamu berani macam-macam lagi sama aku aku tidak segan-segan buat tendang kamu untuk pergi dari perusahaan ini." jelas Abra penuh penekanan kepada sandro.
__ADS_1
Sandro mengangguk paham tapi tentu saja masih dengan rasa takut yang begitu tinggi.
" Pak Rendy Anda boleh keluar tolong bantal terus pak septa terima kasih banyak untuk waktunya." ucap Abra kepada pak Rendi.
" Sama-sama tuan saya pamit permisi jawab pak Rendy kepada Abra untuk berpamitan pulang ke rumah nya.
" mari tuan Adam tuan Kiki." pamit pak Rendi kepada Adam dan juga Kiki yang di anggukin oleh mereka berdua.
Setelah pak Rendy pergi kini suasana semakin mencekam rasanya begitu dingin untuk sandro berbeda dengan tadi jika santri merasa hawa yang begitu panas, sekarang teramat dingin.
Jantung sang rubah kang terus berdebar-debar karena takut dengan Abra bukan karena melihat cantiknya azel seperti biasa.
Lain halnya dengan Kiki yang masih juga bingung tapi semakin kesini dia mulai paham dengan permasalahan ada dengan anak fakultas kedokteran yang sedang ketakutan ini.
" Mana ponsel loe." Ucap Adam pada sandro.
Sandro sedikit membelalakkan mata nya, pasal nya dia menyimpan lagi foto foto azell juga beberapa video dewasa yang di ganti dengan wajah azell.
__ADS_1
Tentu saja itu semua untuk fantasi liar nya, sungguh sandro sekarang tidak bisa lagi selamat seperti tempo hari.
Tamat lah riwayat nya!!!!!.
Harus pasrah jika dia tidak bisa lagi berkuliah di fakultas favorit nya lagi, fakultas yang membuatnya bertemu dengan wanita cantik yang selalu mengganggu setiap hari nya.
Sandro harus menanggung resiko besar untuk tidak bisa lagi melihat keindahan yang Tuhan ciptakan dengan bentuk dan rupa seperti seorang azell.
Dan itu salah nya
" cepetan!!!." Teriak Adam kesal, karena tidak dapat respon dari sandro bahkan sangat terlihat jika sandro semakin ketakutan.
Dan itu sukses membuat Adam semakin penasaran atau tahu jika sandro menyembunyikan sesuatu di ponsel nya, atau bahkan dia akan menemukan foto foto azell seperti tempo hari atau bahkan lebih dari itu.
" Santai bro... kasihan anak orang." Ucap Kiki yang sedikit kasihan Melihat sandro.
...❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......