FIRST LOVE STORY

FIRST LOVE STORY
Eps 485


__ADS_3

"Emang nggak lagi ngelawak yank. Tapi lagi muji." Sambung Abra masih mencoba menggoda Azell.


" Abang stop deh.. Malu." Jawab Azell manja.


Abra tersenyum dan memeluk Azell, mereka tersenyum bahagia bersama dan melanjutkan menyelesaikan masaknya juga makan bersama.


Kini mereka sedang berada diruang tv mini yang modern itu, mereka sama sama fokus pada layar besar yang berada di depan mereka.


Tak lama ponsel Abra berbunyi, ya Adam yang mengubunginya, memberitahu kalau dia sudah berada di depan pintu apartemen.


" Akh.****.." Gumam Abra kesal merasa Adam menganggu waktu berduanya dengan Azell.


" Bentar yank." Ucap Abra berpamitan kepasa Azell, juga sambil bangun dari duduknya.


" Mau kemana bang???." Tanya Azell kepada Abra.


" Mau bukain pintu buaya bentar." Jawab Abra membuat Azell menautkan kedua alisnya bingung.


" Buaya.??." Pikir Azell heran.


Tak lama pintu terbuka dan menampilkan sosok tampan dengan senyum menyebalkannya menurut Abra.


Tanpa di suruh masuk, Ad sudah nylonong melewati Abra. Menyebalkan memang.

__ADS_1


" Hei Zel." Ucap Adam kepada Azell.


Azell menoleh ke arah suara yang ternyata adalah Adam.


" Jadi ini buayanya." batin Azell terkikik geli dengan ucapan suaminya tadi.


" Kak adam.?? " Jawab Azell dengan senyumnya.


Sedangkan Adam hanya nyengir sambil menaik turunkan alisnya, akh.. Memang Adam datang di waktu yang sangat tepat, sudah menganggu kedua suami istri ini. Tapi itu menurut Dimas, jika Abra dan Azell tentu saja mereka sangat ingin mengusirnya sekarang juga.


" Abang. Maksud abang Kak adam buaya nya.?? " Tanya Azell tiba tiba membuat Adam melotot kesal dan tak percaya dengan Abra.


Abra mengangguk dengan senyum menyebalkannya, membuat Adam kesal akan hal itu.


Sedangkan Azell sudah tertawa terbahak karena situasi ini.


" Dari pada aku bilang kamu bangkai buaya." Jawab Abra ngasal membuat Adam semakin kesal.


" Akh.. Serah kamu deh.. Yang penting aku nggak bau bau play boy kayak yang kamu bilang." Jawab Adam membela diri.


" Emang nggak bau. Karna kamu udah sebagai play boy nya." Jawab Abra membuat Adam semakin dan semakin kesal.


" Dasar kamu" Jawab adam yang akhirnya menyerah dengan perdebatan ini.

__ADS_1


Membuat Abra tersenyum senang, sedangkan Azell hanya tertawa mendengar perdebatan kedua laki laki tampan di depannya ini.


Sungguh, jujur saja sedari tadi Azell tidak mengerti apa yang mereka maksud.


Konyol bukan menertawakan sesuatu yang menurutnya lucu tanpa dia mengerti.


Adam melirik Azell kemudian beralih melirik Abra, dia sebenarnya ingin membahas tentang Sandro kepada Abra, tapi jika ada Azell tentu saja Dimas meminta persetujuan empunya, siapa lagi kalau bukan Abra.


" Mau ngomong penting ya.?? " Tanya Azell yang seperti mengerti dengan gelagat keduanya.


" Oke.. Adik ke kamar." Ucap azell yang akan segera berdiri dan berlalu menuju kamar. Tapi sebelum azell pergi Abra sudah mencegahnya, abra menarik tangan Azell untuk tidak pergi.


" Nggak usah pergi yank. Disini aja. Nggak ada yang lebih penting dari kamu.." Ucap Abra seketika membuat Azell terkejut.


Masih saja dalam keadaan serius ini, Abra mencoba untuk menggodanya.


Akh.. Suami tampan yang penuh dengan kejutan dari kata katanya.


Sedangkan Adam benar benar memutar bola matanya jengah.


Abra benar benar sudah berubah, dari es kutub menjadi es cream yang begitu manis menurut Adam


...❤️❤️❤️❤️...

__ADS_1


...****To be continued****...


......****Jangan lupa, Like dan Vote****...


__ADS_2