
Abra menghela nafasnya, semakin besar perut azell semakin aneh saja permintaannya, dulu ketika masih awal-awal kehamilan azell tidak pernah meminta aneh-aneh seperti sekarang ini.
" Lho kok belum berangkat nak?." Tanya mama yang juga ke depan rumah untuk mengantarkan suaminya berangkat kantor.
" Ada problem ma." Jawab abra sembari melirik azell.
Mama tersenyum, pasti ada sesuatu di antara anaknya ini.
" Kenapa sayang? kamu ingin apa?." Tanya mama penuh perhatian seakan mengeti keinginan menantu cantiknya yang tidak di iyakan oleh Abra anaknya.
"Azell pengen naik motor besar Abang ma." Jawab azell lirih.
Sontak saja mama dan Papa terkejut tapi kemudian mereka tersenyum.
" Terus abra tidak mengijinkan?." Tanya mama mengerti permasalahan mereka saat ini, azell mengangguk membenarkan apa yang di tanyakan oleh Ibu mertuanya itu.
" Mana boleh ma, perut azell sekarang besar gitu, bahaya kalau naik motor." Jelas Abra kepada mama dan membuat mama tersenyum.
__ADS_1
" Nggak apa apa lah nak, itu tantangan buat calon Ayah, itung-itung nguji skilI kamu." Ucap Papa membuat abra menoleh ke arah papa nya dengan sedikit kesal.
Bukan karena abra tidak bisa menaiki motor gedenya, tapi Abra takut dengan keadaan azell yang sedang hamil besar.
Sedangkan azell tersenyum ke arah papa mertunya, karena apa yang Papa katakan seakan menyetujui permintaan azell.
" Dulu mama kamu meminta lebih aneh dari azell." Ucap Papa membuat Abra dan azell kembali menoleh ke arah Papa.
" Dulu mama pas hamil besar minta naik sepeda dan papa yang harus mengayuh, ha.ha. Kalau ingat itu jadi pengen ketawa lagi ya pa." Jelas mama sembari tertawa kecil mengingatk kejadian dulu.
" Ha...ha... Benar ma, apa lagi pas roda sepedanya sampai lepas karena keberatan dengan tubuh mama, beruntung mama tidak sampai jatuh karena papa sigap." Jawab Papa melanjutkan cerita istrinya.
' Dan kamu harus tau Abra, permintaan anak kamu sekarang ini tidak seberapa dengan permintaan kamu dulu ketika masih di perut mama mu." Jelas Papa yang di angguki oleh mama.
" Buah jatuh memang tidak jauh dari pohonnya, seperti permintaan azell sekarang dan mama dulu. " Jelas mama lagi.
" Jadi maksud papa sama Mama permintaan azell karena anak Abra yang sama seperti Abra, Daddy nya?." Tanya Abra sembari menunjuk dirinya.
__ADS_1
Dan mama juga Papa mengangguk sembari tertawa.
Abra menatap azell yang sedang tersenyum, jelas azell tersenyum senang karena sudah di pastikan Abra akan mengiyakan permintaannya.
' Okay, wait for me my wife." Ucap abra sembari mengecup kening azell.
Azell tersenyum, lalu mengecup pipi abra di depan kedua mertuanya, membuat mama dan Papa tersenyum, menyadari ada kedua mertuanya membuat azell tersenyum malu-malu.
Sedangkan Abra sama sekali tidak malu dengan adanya ke dua orang tuanya, dia malah sengaja mencium pipi azell kuga bibir azell sekilas di depan orang tuanya, bahkan sampai membuat azell melotot karena terkejut dan juga malu.
azell memukul pelan dada abra yang di jawab abra dengan mengacak rambut azell pelan sembari tersenyum tampan untuk istrinya sebelum di tinggal berangkat ke kampus olehnya.
...❤️❤️❤️❤️...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1
Mampir ke ceritaku yang lain ya kak