
" Sayang." Ucap Abra melihat Azell yang mulai duduk.
" Zell, kamu sudah sadar??? Mana yang sakit???." Tanya Vita khawatir.
" Kamu mau minum???." Tanya Amel kepada Azell.
Tapi Azell malah melihat mereka secara bergantian dengan bingung nya, bukan nya tadi dia berada di kampus ya,, kenapa sekarang bisa berada di mobil suami nya, pikir Azell
" kita kok di sini????." Tanya Azell tanpa menjawab pertanyaan mereka tadi.
" Kamu tadi pingsan Zell." Jawab Vita.
" Dan sekarang kita mau ke rumah sakit." Sambung Amel yang menjelaskan.
" Apa ke rumah sakit??? Gawat bisa tahu mereka kalau aku sedang hamil." Batin Azell.
" Adik tidak apa apa kan sayang??? Kita periksa ke rumah sakit dulu ya." Ucap Abra yang masih dengan ke khawatiran nya.
" Tidak usah bang, adik sudah tidak apa apa kok, tidak usah ke rumah sakit ya, mending balik ke kampus saja." Jelas Azell membuat Abra mengernyitkan kening nya, sedangkan Amel dan Vita saling pandang dengan bingung.
__ADS_1
" Sudah telah Zell, kita juga sudah ijin sama pak Doni langsung." Jelas Vita membuat Azell membuang nafas kasar nya.
Tanpa pikir panjang Abra langsung melajukan mobil nya menuju ke rumah sakit, dan Azell hanya bisa menurut, begitu juga dengan ke dua sahabat nya.
" Btw kok hidung ku panas banget ya." Ucap Azell membuat Vita gelagapan.
" Sorry Zell, tadi aku kasih minya kayu putih biar kamu cepat sadar." Jawab Vita meringis sambil menunjuk kan jari berbentuk V.
" Vita, ikhhh panas tahu." Jawab Azell manyun sambil mengibas kan tangan nya ke hidung nya agar tidak panas lagi.
" Sampai Gaes." Ucap Amel membuat Azell dan Vita menoleh ke arah gedung rumah sakit dengan tulisan RS pamungkas.
Bahkan terlibat seperti taman bukan rumah sakit.
" Abang gendong." Ucap Abra yang sudang berada di depan pintu mobil mereka.
Sontak saja mereka semua terkejut melihat apa yang sudah berada di depan nya.
" Tidak usah bang adek nggak apa apa kok, ini masih bisa jalan kan." jawab azell yang sudah keluar dari mobil.
__ADS_1
" Tapi kamu kan lagi Ham...." Ucapan Abra terhenti karena Azell langsung menggandeng tangan nya.
Abra mengernyitkan kening nya, begitu juga dengan yang lain nya yang merasa Azell menutupi sesuatu dari mereka.
Abra dan azell berjalan menuju ke dalam rumah sakit, di ikuti dengan Azell cs dari belakang mereka.
Selama di perjalanan menuju ruangan dokter yang mereka tuju, tidak henti henti nya para karyawan yang bekerja di rumah sakit Pamungkas memberi salam kepada anak pemilik rumah sakit mereka bekerja.
Azell dan Abra masuk ke dalam ruangan untuk memeriksa Azell, sedangkan Azell cs menunggu di depan.
" Bagaimana dok dengan kondisi istri saya dan juga janin nya????." Tanya Abra khawatir.
" Tidak apa apa pak Abra, istri bapak hanya terkejut saja, tadi begitu juga dengan janin nya, beruntung janin di dalam kandungan nya sangat lah kuat jadi baik baik saja, tapi lain kali tolong lebih hati hati ya, jangan sampai terjatuh lagi " jelas dokter kepada mereka ber dua.
...❤️❤️❤️❤️...
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......
__ADS_1