
" Kamu kayak tidak tahu Amel saja Clow, sudah biasa kali Amel tidak tertarik sama hal beginian." Sambar Gina dan Azell masih terus mengamati gerak gerik Amel, Azell merasa memang lagi ada yang tidak beres dengan sahabat nya itu.
" Ya sudah pulang yuk. Vita sudah capek pengen rebahan." Ucap Vita dan yang lain nya mengangguk kan Kepala nya.
" Yuk." pekik Gina berjalan dengan Vita di depan Azell dan Amel, mereka terlebih dahulu kembali ke kelas nya untuk mengambil tas mereka. Ketika keluar dari kelas bertepatan dengan Abra yang akan mengetuk pintu samping nya yang tertutup.
" Eh, sudah keluar." Ucap Abra melihat Azell keluar. Di ikuti para sahabat nya di belakang nya.
" Loh, Aa' ngapain ke sini?." Tanya Azell.
" Jemput adik." Jawab Abra.
" Pangeran kamu sudah datang Clow, kita duluan deh ya, duluan kak." Ucap Gina yang pamit dengan laian nya, Abea hanya tersenyum.
" Iya, hati hati ya kalian." Ucap Azell, mereka bertiga mengangguk.
" Ya sudah yuk." Ucap Abra menarik tangan Azell.
__ADS_1
" Aa' tidak ada tambahan jam pelajaran?." Tanya Azell. "
Hari ini libur tambahan jam pelajaran." Jawab Abra.
" Oh begitu." Ucap Azell. Mereka berdua berjalan ke arah kontrakan nya.
Tepat pukul 13.30 siang
Berhubung sholat dhuhur sudah dan makan siang pun sudah, Azell memilih untuk tidur siang.
" Tidur tidak ajak ajak." Ucap Abra yang merangkul Azell dengan badan setengah duduk di belakang Azell.
" Tinggal tidur juga." Jawab Azell malas sambil memejamkan mata.
" Geseran." Ucap Abra dan tanpa banyak kata Azell memajukan sedikti badan nya ke depan untuk memberi space Abra di belakang nya, setelah Azell bergeser Abra ikut masuk dalam selimut Azell
" Bisa diem tidak sih A'." Ucap Azell dengan mata terpejam, setelah merebahkan badan nya, Abra tidak langsung diam dan memejamkan mata nya seperti Azell, justru bergerak gerak seperti mencari posisi yang nyaman.
__ADS_1
" Tidak enak dek posisi nya." Ucap Abra.
" Balik sini Napa dek, lebih baik peluk Aa' dari pada peluk guling." Ucap Abra sambil mengelus elus lengan Azell yang polos tanpa kain, karena Azell hanya menggunakan tangtop saja bila di rumah. Sudah berkali-kali Abra menegur apa tidak memakai baju seperti itu namun tetap saja Azell ngeyel dengan alasan lebih nyaman dan adem iya itu bagi Azell Saja dan tidak bagi Abra itu membuat nya panas ya nama nya juga cowok normal kabar tak mempermasalahkan aja menemukan baju seperti apa di hadapan nya tapi yang agak khawatir kan dia akan kilaf.
" Dek." Abra masih mengelus elus lengan Azell di tambah menciumi kepala belakang Azell, Azell masih tidak beraksi membuat Abra tersenyum miring.
Tangan nya perlahan turun dan masuk ke dalam perut Azell yang berbalut kain tangtop, semakin naik.
Grepp. Tangan Azell mencegah tangan Abra yang sudah menjalar kemana mana.
" Jangan nakal." Ketus Azell, sebenarnya sejak tadi dia mendengar rengekan dari suami nya dan merasakan sentuhan suami nya tapi dia malas untuk membuka mata nya dan berganti posisi karena sudah sangat mengantuk. Abra terkekeh.
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......
__ADS_1