
" Abang, ayah juga disini?." Tanya Azell dan Abra mengangguk sambil tersenyum.
" Ayo." Ajak Abra.
Mereka masuk ke dalam rumah bener aja di ruang keluarga sudah banyak sekali para orang tua yang menunggu kedatangan mereka berdua.
Azell yang melihat orang tua nya segera menghampiri, Abra dan azell mencium tangan kepada mereka berdua.
" Sayang, bunda kangen." Ucap bunda Azell sambil memeluk Azell.
" Tidak kangen sama nih." Sindir ayah Azell, Azell menoleh ke arah ayah nya lalu memeluk nya juga.
" Wah wah kamu tidak cemburu Nak." Ledek papa kepada Abra. Membuat Abra salah tingkah.
" papa ihhhh, jangan ngeledek gitu." Sambung mama.
" Jadi ini istri nya Abra? Wah cantik sekali." Puji dokter Edi.
" Terima kasih om." Jawab azell sopa sambil tersenyum.
" Tidak heran kam kalau anak saya langsung menghamili nya." Jelas papa vulgar yang langsing dapat pelotottan mata dari mama, sedangkan yang lain tertawa.
__ADS_1
Azell dan Abra tentu saja sangat malu, mereka sudah bisa menebak kalau ke dua orang tua mereka bersama, pasti akan terjadi hal hal seperti ini, yang pasti nya akan membuat mereka merasa malu karena godaan dari mereka.
" Ya sudah kalian bersih bersih dulu, setelah itu ke sini ya nak." Ucap mama
" baik ma, mari semua nya." Jawab Azell pamitan begitu juga dengan Abra.
Setelah selesai dengan mandi nya, Azell dan Abra segera menuju ke bawah.
" Eh sudah sayang?." Tanya mama dan Azell mangangguk.
" Bun, Azell takut." Ucap Azell lirih kepada sang bunda.
" Ya sudah Ed, sekarang saja , gimana?." Tanya papa.
" Baik lah, kalau begitu, saya raya calon kakek dan nenek nya yang di sini sudah tidak sabar." Jawab dokter Edi lalu membuat mereka semua nya tertawa.
Mereka menuju kamar Azell dan Abra, dokter Edy segera mengeluarkan peralatan nya dan segera memeriksa Azell.
Di cek nya tekanan darah juga perut dan lain sebagainya setelah semua selesai dokter Edi memberikan vitamin juga obat penghilang rasa mual kepada azell.
" Jadi gimana ed sudah berapa minggu cucu ku?." tanya papa dengan antusias.
__ADS_1
" Sabar kenapa kamu sudah jalan 3 minggu dan dia tumbuh dengan sehat." jelas dokter Edi membuat mereka yang berada di sana merasa lega dan bahagia.
" Kira-kira laki-laki atau perempuan ya Dok?." tanya ayah membuat mereka semua terkejut lalu tertawa.
" Pak maaf kalau usia kandungan segini belum terlihat jenis kelamin nya ini juga masih berbentuk seperti biji mungkin nanti usia 6 bulan ke atas sudah terlihat jenis kelamin nya." jelas dokter Edi membuat ayah menganggukkan kepala nya.
" kamu ini kenapa lebih tidak sabaran." ledek papa kepada ayah.
" Namanya juga cucu kita kan sebentar lagi menjadi opa dan Oma lagi." sambung ayah dengan bahagia.
" Bra, kamu memang tok cer." Puji ayah membuat Abra salah tingkah.
" Mana tahan dia dengan gadis secantik azel." sambung papa membuat semua orang yang berada di sana kembali tertawa.
Setelah dokter Edi selesai memeriksa azell, dokter Edi juga menjelaskan apa saja makanan yang baik untuk ibu hamil dokter Edi papa dan juga ayah menuju taman belakang untuk bermain catur mereka akan kembali bernostalgia dimana masa muda mereka dahulu.
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......
__ADS_1