
" Saya pantas dapat hukuman apapun Om.. Tapi tolong jangan pecat Bapak Saya..." Mohon Sandro kepada Papa, membuat Papap tersenyum sepintas.
Pak Riko akui keberanian Sandro, tapi untuk memperkerjakan lagi Pak Septa rasanya itu tidak akan mungkin, Pak Riko terlanjur kecewa dengan perbuatan Pak Septa yang sudah sangat di percayainya.
" Kamu tidak perlu memohon seperti ini, saya bukan Orang yang harus kau mintai, urusanmu dengan Anaku, Dan ingat.. Aku bukanlah orang yang mudah percaya lagi jika sudah dikecewai.. Jadi mengertilah Nak.." Jelas Papa sukses membuat abra, adam , Pak Rendy dan juga Sandro terkejut.
" Nak.. Itu urusanmu.. papa tidak mau ikut campur, tapi ingat tidak usah berurusan dengan polisi." Ucap Papa keluar dari ruangannya, diikuti oleh Pak Rendy yang juga ikut keluar.
Kini diruangan Papa hanya ada abra, ada. dan juga si anak curut Sandro.
Abra memandangi kota dari kaca jendela, kedua tangannya di lipat dalam dada. Sungguh melihat Sandro membuat rasa iba abra muncul lagi, tapi mengingat apa yang sudaj dilakukannya pada a seketika membuat aliran darahnya seperti mendidih ingin menghajarnya lagi.
Sandro masih terdiam, dia tidak berani terucap sama sekali, takut jika apa yang dia katakan hanya akan membuat lelaki tampan di depannya marah.
" Aku sudah pernah memberimu kesempatan, tapi kamu berulah lagi." Ucap Abra dengan nada dinginnya.
" Kak Abra maafkan aku.. Maafkan atas kecerobohanku. Aku bingung ketika itu, aku pikir dengan aku mati, semua ini akan selesai.." Ucap Sandro berusaha menjelaskan, membuat abra kini tersenyum sinis.
Sedangkan adam sedikit menggelengkan kepalanya mendengar apa yang dikatakan oleh anak curut ini. Pemikiran yang begitu pendek pikir Dimas.
__ADS_1
" Anak bodoh.... Jika ingin melakukan sesuatu pikirkan keluargamu." Ucap Abra kesal. " Dam... Tolong atur keberangkatan anak ini." Suruh abra kepada adam, membuat Sandro memejamkan matanya.
Dia sudah tidak ada lagi harapan untuk tetap tinggal di negara ini, tanah kelahirannya. Abra pergi setelah sebelumnya menoleh ke arah Sandro sebentar lalu keluar juga.
" Sebaiknya jangan pernah melakukan hal yang akan membuat rugi dirimu sendiri, pikirkanlah sebelum bertindak.." Ucap adam yang kini juga pergi meninggalkan Sandro.
Sandro masih mematung pada tempatnya, sekali lagi hanya penyesalan yang Sandro rasakan saat ini. Penyesalan memang datang belakangan .
Tak lama datanglah 2 orang yang membawa Sandro untuk pergi dari ruangan itu, tentu saja itu orang suruhan abra dan juga adam. Bel istirahat berbunyi, seluruh mahasiswa mahasiswi berhamburan menuju ke kantin, begitu juga dengan azell dan kedua sahabatnya.
Sedari tadi di perjalanan menuju kantin, azell tak luput dari pandangan mahasiswi mahasiswi yang terus memandanginya, dengan tatapan iri.
Untuk mereka yang tak suka karena azell menikah dengan abra, azell bisa apa memang..? Jika abra memanglah jodohnya. Catat, Jodoh itu sudah Tuhan yang menentukan.
" Itu mata mereka nggak bisa banget ya liat bidadari lewat...?? " Ucap Vita yang merasa kesal dengan tatapan mahasiswi mahasiswi centil yang mungkin masih belum bisa menerima kenyataan.
Kenyataannya bahwa Idola mereka sudah menikah dengan azell, teman sekolah mereka, mahasiswi paling cantik di sekolah mereka.
Ais dan azell tersenyum mendengar celotehan Vita barusan.
__ADS_1
" Biarin aja lah Vit.. Selama cuma mata mereka yang bicara, nggak aneh aneh.. Iya nggak Zel..??? " Jawab Ais yang juga menanyakan kepada azell.
" Tepat..." Jawab azell singkat tapi juga mengacungkan jempolnya.
" lya...iya.. Up to you lah.." Jawab Vita akhirnya pasrah membuat Azell dan Ais menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
Gue yang pesenin ya." Usul azell kepada kedua sahabatnya,
Membuat Ais dan Vit mengangguk bersama.
" Seperti biasa kan.?? " Tanya azell lagi memastikan.
" yups.." Jawab mereka kompak, Membuat azell tersenyum lalu segera pergi menuju Buk kantin.
Sampai Buk Kantin azell langsung memesan makanan, Tampak Buk Kantin yang sedari tadi senyum senyum tidak jelas kepada azell.
...❤️❤️❤️❤️...
...****To be continued****...
__ADS_1
......****Jangan lupa, Like dan Vote****...