FIRST LOVE STORY

FIRST LOVE STORY
Eps 493


__ADS_3

Tapi tidak dipungkiri jika dia merasa senang karena Zela memanglah sangat baik, sering sekali membayar dengn uang lebih kepadanya.


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Ditempat lain,


Abra sedang duduk di ruangannya, jarang sekali dia kekantor Ayahnya, hanya beberapa kali jika memang dibutuhkan dan juga dalam hal yang mendesak.


Ingat, Abra bukan seperti tokoh novel lain yang selalu menggantikan orang tuanya dalam urusan kantor. Abra masih sangatlah muda, tapi memang sikapnya seperti laki laki dewasa yang sangat mapan.


Abra lebih sering mengurus hotel yang sebenarnya dikendalikan oleh dirinya sendiri, itu juga tak banyak orang yang tau, termasuk istrinya Azell.


Hotel Pamungkas lebih terkenal atas nama Papa sebagai bos besarnya, dan Abra tak mempermasalahkan itu.


Abra adalah laki laki muda, tampan, dingin, datar, tapi juga romantis dan memiliki rasa sayang yang begitu besar untuk keluarganya.


Teruntuk istri dan calon anaknya tentunya.


Tidak lama pintu ruangan Abra terbuka, menampilkan laki laki tampan yang sangat menyebalkan menurut Abra.


" Meeting jam berapa bra....??." Tanya adam tho the point kepada Abra.

__ADS_1


" Setelah ini.. Nunggu papa datang dulu." Jawab Abra sambil memainkan tab yang berada di tangannya.


Adam mengangguk mengerti, kemudian dia menatap Abra seksama.


" Kamu mau kasih hukuman apa ke anak curut itu..??." Tanya Adam kepada Abra.


" Aku mau kirim dia ke new york.." Ucap Abra yakin.


Adam menautkan kedua alisnya, dia mencerna apa yang dikatakan oleh Abra barusan.


" Apa kamu akan jadikan dia.?? " Tanya Adam menggantung.


" Tepat. Anak seperti itu harus dibimbing.. Tapi diberi pelajaran juga." Jawab Abra mantab.


Abra menghembuskan nafasnya, berdiri dari kursinya, menatap deretan mobil yang berada di jalanan Ibu Kota, juga gedung gedung tinggi yang berada di dekat gedung Kantor Pamungkas.


" Aku bakal jelasin semuanya ke papa.... Kalau papa hanya tau kesalahan Pak Septa tentu saja papa tidak akan memberi ijin aku buat kirim tuh anak ke negri orang." Jawab Abra menjelaskan kepada Adam kembali mengangguk.


dia tidak menyangka jika Abra benar benar berbesar hati untuk tidak memenjarakan anak curut yang sudah berani bermain main dengannya.


Cara berfikir Abra benar benar sangatlah dewasa, Abra tau masih panjang perjalanan Sandro, dia memang marah dan kesal dengan apa yang sudah Sandro lakukan.

__ADS_1


Tapi Abra masih memikirkan kehidupan dan juga masa depan Sandro, yang tadinya Sandro akan dikirim keluar kota menjadi dikirim ke negara orang. Dan itu karena ulah Sandro sendiri, harusnya Sandro benar benar berterimakasih atas apa yang sudah Abra berikan kepadanya.


Sungguh itu tidak sebanding dengan rasa sakit Abra dan juga amarahnya, karena tahu wanita yang sangat dicintainya dilecehkan oleh laki laki lain, tanpa Azell sendiri tau.


Tok..tok..tok...


Suara ketukan pintu dari arah luar.


" Masuk.." Suruh Adam


Pak Rendy masuk, dan memberitahukan jika Papa sudah datang, dan meeting bisa segera dilaksanakan.


" Baik. Tolong beri tahu papa.. saya segera kesana." Ucap Abra yang diangguko oleh Pak Rendy dan pamit untuk pergi.


" Ready.??." Tanya Adam kepada Abra.


" Ayo.. Kita buat pelajaran untuk anak curut itu.." Jawab Abra dengan senyum smirknya.


Abra dan Adam menuju ruang meeting, disana sudah banyak orang orang penting kantornya, termasuk Papa yang sudah duduk disinggah sananya dengan begitu elegan.


...❤️❤️❤️❤️...

__ADS_1


...****To be continued****...


......****Jangan lupa, Like dan Vote****...


__ADS_2