
di kediaman keluarga Pradipta.
Aldo sedang melamun di balkon rumah nya, dia terus membayangkan senyum indah yang ada pada gadis cantik di fakultas nya, siapa lagi kalau bukan azell.
Yup Aldo memang benar benar menyukai azell, bukan karena ingin membantu kakak sepupu nya, melainkan karena dia sudah benar benar jatuh cinta dengan azell.
" Gue yakin loe akan jadi milik gue." Gumam Aldo dengan senyum tampan nya.
Tidak lama ponsel Aldo berbunyi, Aldi melirik layar ponsel sekilas, setelah tahu siapa yang menghubungi nya, Aldi malah meletakan ponsel nya di atas meja yang berada di balkon, terlihat dia sangat malas untuk mengangkat nya.
Dengan senyum miring Aldi kembali menatap pemandangan dari atas balkon kamar nya.
" Gue jatuh cinta beneran kak sama dia." Gumam Aldo dengan menatap lurus pemandangan di depan nya.
...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...
Setelah selesai dengan mandi nya Abra dan azell segera keluar untuk mencari makan, mereka makan di restoran dekat apartemen.
Setelah selesai mereka langsung kembali menuju ke apartemen lagi, malam ini mereka berdua memutuskan untuk tidur di apartemen.
Azell duduk di sofa sambil menonton tv, sedangkan Abra duduk di sebelah mata tapi fokus menghadap layar laptop di pangkuan nya.
__ADS_1
Tidak lama terdengar ketukan pintu dari arah luar, azell dan Abra saling pandang, pasal nya jam sudah pukul 21.00 malam.
" bentar Abang bukain dulu." Ucap Abra yang di anggukin oleh azell.
Abra berdiri dan berjalan menuju arah pintu, di buka nya pintu apartemen yang ternyata adalah Adam, Abra menatap kesal ke arah Adam, sedangkan Adam hanya tersenyum tanpa dosa di depan nya.
" Mau ngapain?." Tanya Abra to the point.
" Mampir lah, minggir." Jawab Adam masih dengan tampang menyebalkan menurut abra.
Tanpa di suruh Adam langsung masuk ke dalam, di ikuti Abra dari belakang masih dengan wajah kesal nya.
" Hai Zel." Sapa adam kepada azell.
Azell jadi bingung sendiri melihat mereka berdua.
" Hay kak." Jawab azell kembali menatap layar tv di depan nya.
Adam duduk di sofa sebelah azell, meskipun jarak nya tidak terlalu dekat tapi itu cukup membuat Abra semakin kesal dengan adam.
Tanpa di duga Abra langsung menyuruh Adam Pindah ke sofa kecil yang juga berada di ruangan itu, tanpa pikir panjang Adam hanya menurut saja dengan santai nya, sedangkan azell hanya geleng geleng kepala dengan tingkah mereka ber dua.
__ADS_1
" Sensi Ama kamu Bra, belum dapat jatah ya????." Ledek Adam yang seketika membuat Abra dan azell menoleh ke arah nya.
" Sudah tadi sore." Jawab Abra enteng membuat azell seketika melotot ke arah nya.
Adam yang mendengar penuturan Abra hanya tersenyum.
" Mau ngapain???." Tanya Abra lagi kepada Adam.
Tampak wajah Adam yang berubah menjadi serius, mungkin Adam merasa tidak enak karena ada azell juga berada di sana, Abra yang melihat wajah Adam pun tersenyum, dia tahu apa yang di maksud oleh Adam.
" Tentang pesta ulang tahun Feli???." Tanya Abra enteng.
Adam yang mendengar penuturan Abra langsung menoleh ke arah nya dengan terkejut, begitu juga dengan azell yang langsung menoleh ke arah nya, tapi azell tampak biasa saja, dia tidak terkejut sama sekali, dan kembali pada layar Tv di depan nya.
" Bra." Lirih adam mencoba mengingat kan.
" Kenapa???." Tanya Abra lagi membuat Adam semakin geram.
...❤️❤️❤️❤️...
...To be continued...
__ADS_1
......Jangan lupa, Like dan Vote......