
" Awalnya memang aku nggak ada niatan untuk bertanggung jawab kepadamu, tapi setelah semua di jelaskan oleh Tuan Abra yang begitu bersemangat mencari keberadaanku, semua berubah, aku sadar jika apa yang sudah aku lakukan itu sangatlah tidak benar, aku tidak mau menjadi laki laki pengecut yang membiarkan anak ku nanti harus tumbuh tanpa adanya seorang Ayah " Jelas laki laki itu yang membuat Dara semakin terkejut.
Ternyata Abra yang sudah menemukan laki laki itu untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya kepada dirinya.
Tentu saja karena Abra tidak mau kampus mertua nya yang di bangun tercoreng begitu saja.
Dara tersenyum kecut, sudah pasti apa yang di lakulan oleh Abra karena kedua Orang tuanya, dia juga merutuki dirinya yang sudah begitu bodoh menyukai laki laki yang memang bukan di takdirkan menjadi jodohnya.
Dara juga menyesal karena sudah banyak melakukan kesalahan kepada keluarga Pamungkas, keluarga yang memang begitu sangat baik dan dermawan sama seperti rumor yang beredar, bahkan keluarga yang berhati malaikat menurut Dara.
" Baik. Aku terima niat baik kamu " Jawab Dara membuat yang lain tersenyum lega.
Semua orang yang berada di sana merasa bahagia, dan berterima kasih kepada Abra dan Adam yang sudah merencanakan ini semua.
__ADS_1
Tidak lama ponsel Abra berbunyi, membuat semua yang berada di sana menoleh ke arahnya, karena begitu menganggu suasana yang sedang haru itu.
Abra mengambil ponsel yang berada di sakunya ternyata azell yang menelfon Abra, membuat Abra tanpa malunya tersenyum dan langsung pamit untuk mengangkat telepon dari istrinya itu.
Papa, ayah, mama dan Bunda saling pandang dan tersenyum, mereka tahu jika sambungan telepon yang membuat Abra tersenyum tidak lain dan tidak bukan ialah telepon dari menantu dan putri mereka, siapa lagi kalau bukan Azell.
" Untung kamu telpon di waktu yang tepat Zel " Gumam adam karena Azell menghubungi Abra di saat semua masalah sudah terselesaikan.
Dengan semangat 45 Abra langsung mengangkat teleponnya, tapi tidak lama sambungan telepon dari qzell di putuskan, membuat Abra mengernyitkan keningnya bingung, di saat Abra akan mencoba menghibungi azell balik, ponselnya kembali berdering, pesan singkat dari azell yang mengatakan jika tadi azell menghubunginya karena kepencet dan tidak sengaja, azell juga meminta maaf karena sudah menganggu Abra.
" Kamu gangguin abanh terus juga nggak apa apa yank, abang nggak akan marah tapi malah seneng." Batin anda sedikit kesal karena rasanya seperti di prank oleh Azell
🥀🥀🥀🥀🥀
__ADS_1
Abra dan Adam sudah berada di dalam mobil mewah Abra.
Mereka akan menuju ke Kampus. Bukan karena ada mata kuliah, tapi mereka akan menjemput kiki dan para gadisnya untuk makan siang bersama.
Tentu saja para gadis yang di maksud ialah Azell, Ais, dan juga Vita. Sampai di depan Kampus. Terlihat mobil Kiki yang sedang keluar dari dalam Kampus.
Kiki memberhentikan mobil dan membuka kacanya. Terlihatlah wajah tampan kiki yang sedang senyum-senyum tidak jelas.
Tentu saja kiki bahagia , karena dengan makan siang bersama sekarang ini Vita tidak akan mungkin menolak lagi, pasalnya sedari tadi Vita terus saja menolak ajakan kencan nya, itu semua karena Vita masih sangat malu jika harus bertemu dengan Kiki setelah dia tahu jika Vita tertidur dengan banyak gaya yang unik, apa lagi kalau buka tidurnya yang ngorok dan ileran.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih....