FIRST LOVE STORY

FIRST LOVE STORY
Eps 287


__ADS_3

" apa yang mereka katakan pada adik, cerita sama Abang sayang." ucap Abra lembut dengan membelai kepala Azell, Abra masih tahu kalau istri nya ini masih di mode marah, jadi Abra mulai menurun kan amarah sang istri.


" kenapa abang, baru tanya sekarang, kenapa tidak menanyakan saat di sebelah nya tadi?." tanya azel dengan serius.


" apa tadi adik bisa menanyakan letak masalahnya saat adik masih marah-marah seperti tadi?, saat Abang menahan adik, adik hampir mencelakai suami adik sendiri?." tanya abra yang masih mengobati luka azell.


" apa adik tadi memukul Abang?." tanya Azell yang sudah mulai nada bicara nya, terlihat rasa sesal dan khawatir terhadap suami nya.


" tidak sayang, cuma hampir saja, Abang juga terkejut dengan apa yang adik lakukan tadi, selama adik hidup bersama Abang, tidak pernah sedikit pun adik semarah ini." ucap Abra sambil membelai pipi azell yang tidak terluka.


" maaf ya bang, habis adik tidak tahan menahan amarah adik, mendengar semua ucapan mereka yang di tujukan kepada adik." ucap azell dengan ekspresi merasa bersalah pada suami nya.

__ADS_1


" tidak apa-apa sayang Abang hanya bercanda saja kok tadi jadi adik tidak usah minta maaf deh itu." balas abra sambil tersenyum.


" iya." ucap Azell dengan mengangguk kan kepala nya.


Abra telah selesai mengobati luka Acer ia mengelus-elus pipi azel dengan lembut yang habis ditampar oleh melia.


" abang ingin menanyakan sekali lagi kenapa adik sampai bertengkar dengan mereka?." tanya Abra yang masih memegang pipi azel yang sakit itu.


hah... azell menarik nafasnya mencoba menenangkan dirinya lalu menatap suaminya itu dan menceritakan semuanya yang terjadi.


" adik menampar Melia? sungguh luar biasa kamu sayang." ucap Gaara sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


bagaimana APRA tidak bangga semua yang mengenal Melia pasti takut karena Melia adalah seorang gadis yang sangat kejam apa yang ia inginkan selalu ia dapatkan dengan mudah meskipun ia harus bertengkar dengan orang lain demi mencapai sesuatu tujuan nya.


" apa sekarang Abang mengejek adik? adik sudah menceritakan nya dengan serius tapi apa Abang malah tersenyum lebar begitu." ucap nya dengan wajah cemberut.


" Abang tidak mengejek adik, Abang cuma tidak menyangka kalau adik bisa melawan mereka pantas saja dulu Roni sempat pingsan dan hidung nya mengeluarkan darah ternyata adik memang mahir berkelahi ya.' ucap Abra yang masih tersenyum.


Abra ingat kalau tadi ia sempat menyuruh Adam untuk menunggu nya.


Abra kembali melihat ke arah istrinya sambil memegang pundaknya dengan tangan kanannya tentang satunya memegang kepala azell.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...To be continued...


......Jangan lupa, Like dan Vote......


__ADS_2