
Dan Abra juga baru menyadari hal itu, mengingat Sandro sudah pernah melakukan beberapa test dan hasilnya negatif Sandro tidak menggunakan barang haram, juga Sandro tidak terjangkit penyakit apapun, dia dinyatakan baik baik saja oleh Dokter.
Hanya penyakit hatinya yang salah menyukai istri orang, iya Sandro pernah begitu salah menyukai Azell istri dari abra. Seseorang yang begitu berbesar hati memaafkan kesalahannya, memberi kesempatan untuk Sandro.
"Sabar dulu Dam.. Nunggu informasi dari Mr Richard, kami ngerasa nggak sih ada yang nggak beres.." Ucap abra membuat adam mengernyitkan keningnya.
"Kalau emang tuh anak makai, kenapa waktu itu hasilnya semua negatif Dam...?? " Jelas abra yang membuat adam cukup terkejut.
Apa yang di katakan oleh abra memang ada benarnya, sebelum Sandro dikirim ke New York juga Sandro udah melakukan beberapa test, tentang kesehatan juga bebas dari obat obatan, Sandro di nyatakan sehat oleh pihak Dokter.
Juga terbukti bebas dari barang haram atau obat obatan terlarang, ini sungguh membuat Abra dan Adam berfikir lebih jauh lagi.
Sudah dipastikan ada seseorang yang sengaja melakukan ini, tapi untuk apa..??? Dan siapa..??? Itulah yang ada dalam pikiran mereka saat ini.
" Aku yakin ada yang sengaja melakukan ini Dam.." Jelas abra kepada adam.
" Tapi siapa orang yang mengetahui tentang Sandro bra..?? " Tanya Adam kepada abra,
" Itu juga yang sedang aku pikirkan." Jawab abra kembali menyesap coffenya.
" Apa papa sudah tau tentang ini..?" Tanya ada. kepada Abra.
Abra menggeleng, membut Adam mengangguk mengerti.
__ADS_1
" Selama aku bisa atasi, papa nggak harus tau.." Jawab abra yang lagi lagi membuat ad mengangguk mengerti.
Mereka sama sama larut dalam pikiran masing masing, bahkan tanpa mereka sadari sudah cukup lama mereka berada di sana.
Sampai akhirnya pesan masuk di ponsel abra menyadarkan pikiran mereka masing masing. Abra membuka isi pesan yang ternyata dari Mr Richard, betapa terkejutnya abra setelah membuka isi pesan itu.
"****.." Gumam Abra terdengar oleh Adam.
" Kenapa bra.?? Apa udah ada informasi lagi.?? " Tanya Adam kepada Abra
" Sepertinya aku memang harus kesana dam." Jawab Abra dengan kesal.
" Why..??? " Tanya adam ingin tau.
" Apa ada yang sengaja menjebak Sandro..?? " Tanya Adam yang di angguki oleh abra.
" Misha, Mr Richard sempat bertemu dengannya di hotel..." Jelas Abra yang sukses membuat adam terkejut bukan main.
" Astaga... Tuh cewek memang udah gila bra." Jawab adam kepada abra.
" Hufh..." Abra mengela nafas panjangnya, kemudian dia tersenyum miring.
" Aku ikut kamu." Ucap adam akhirnya.
__ADS_1
" Kantor.?? " Tanya abra kepada adam.
" Papa nanti sore pulang bra.. aku harus nemenin kamu. Percaya aku sudah pasti di butuhkan kamu." Jelas adam kepada abra.
" Terserah kamu.." Jawab abra membuat adam tersenyum.
Mereka akhirnya memutuskan untuk meninggalkan caffe, Adam mengurus persiapan untuk mereka besok berangkat ke New York, sedangkan abra menjemput azell istrinya.
Dalam perjalanan, Abra terus berfikir bagaimana dia akan mengatakan tentang kepergiannya kepada azell, jujur saja itu cukup berat, abra tidaklah bisa jika harus berjauhan dengan azell.
Dengan istri cantiknya yang sekarang sedang mengandung anaknya, yang selalu membuat abra rindu, gadis yang sudah merubah hidupnya, merubah dia menjadi lebih bisa mengenal banyak orang, merubah dia tak sedingin dulu. Juga gadis yang akhir akhir ini mudah sekali menampakan kemarahannya padanya, mudah membuatnya gundah, sungguh mengingat itu membuat abra jadi kesal sendiri, kesal karena harus meninggalkan azell.
" Astaga.. ****.. ****.. **** .." Gumam Abra kembali memukul setir mobilnya kesal.
Tidak butuh waktu lama untuk menunggu, karena azell sudah terlihat menghampirinya, dengan menenteng tas nya, abra melihat azell dari dalam mobilnya.
Azell sangat terlihat cantik, tiupan angin yang membuat beberapa hijab nya terbang tidak beraturan, dan itu semakin membuat kecantikan pada wajah azell,
" Abang..." Sapa azell yang juga langsung menyium pipi abra.
...❤️❤️❤️❤️...
...****To be continued****...
__ADS_1
......****Jangan lupa, Like dan Vote****...