
" Astaga ucap bunda sama persis seperti ekspresi Ais yang baru ngeh dengan apa yang di alami oleh Azell.
" kenapa Bun?." tanya ayah yang penasaran, begitu pun dengan Abra yang ikut menatap bunda.
" jangan-jangan Putri kita hamil yah." bisik bunda membuat ayah terkejut dan langsung senyum mengembang terpancar dari wajah nya.
Sedangkan azel dan Abra saling pandang tidak mengerti.
Bunda menggenggam tangan putri nya dengan erat.
" Sayang bunda boleh bertanya?." ucap bunda yang diangkut oleh azel dengan keadaan masih bingung tentunya.
" Kapan terakhir kamu menstruasi?." tanya bunda to the point seketika membuat azell dan Abra terkejut.
Azel seperti berfikir, ahhh iya kenapa dia bisa lupa kalau sudah telat menstruasi.
" Kamu tidak ingat ya sayang?." Tanya bunda lagi.
" Adik ingat Bun, tapi adik malu untuk menjawabnya." Jawab Azell dengan malu membuat bunda juga ayah tersenyum.
__ADS_1
Sedangkan Abra dia masih diam dan menyimak, tapi tiba tiba perkataan ayah seketika membuat Abra tersentak.
" Bra besok kamu beliin istri kamu testpack ya." Ucap ayah membuat Abra terkejut.
Abra dan azell saling pandang, kemudian abra melihat ke arah ayah dan bunda secara bergantian, Ayah dan bunda tersenyum lebar.
" Abra??? Kenapa harus beli itu?." Tanya Abra yang masih dengan keterkejutan nya dengan permintaan ayah mertuanya itu.
" Sudah nak, kami nurut saja ok, besok kalian akan tahu hasil nya dan sekarang kamu temenin istri kamu untuk istirahat ya." Jelas bunda dengan senyum nya.
Bunda berencana akan memberitahukan besannya atau kedua orangtua Abra kalau hasilnya memang sudah terbukti positif.
Sampai di kamar, mereka sibuk dengan pikiran nya masing masing, Abra tidak menyangka apa yang di pikirkan sama dengan apa yang di pikirkan oleh ke dua mertua nya.
Sedangkan Azell dia tidak tahu harus berbuat apa, dia juga bingung dengan keadaan nya.
" Bang, apa besok Abang beneran mau beli itu?." Tanya Azell khawatir.
" Seperti yang bunda dan ayah pinta." Jawab Abra singkat.
__ADS_1
" Kenapa, adik tidak suka?." Tanya Abra.
" Bukan tidak suka bang, tapi adik merasa tidak percaya saja." Jawan Azell. Abra tiba tiba memeluk azell, dan Azell juga membalas pelukan kan dari sang suami.
" Abang Janji, Abang akan jadi Daddy yang baik untuk anak kita." Ucap Abra berbisik di telinga azell dan membuat azell bernafas lega.
Meskipun dalam hatinya masih ada ragu Azell masih belum siap kalau harus menjadi seorang bunda usianya yang masih begitu muda juga masih berstatus mahasiswa di semester awal.
" Tapi bang, bagaimana dengan teman teman di kampus adik?." Tanya Azell pelan.
" Kenapa mikirin mereka, mereka kan sudah tahu kalau adik itu istri Abang, dan adik tenang saja, tidak usah pikirkan hal itu, semua akan Abang urus ok." Jawab Abra lagi, dan lagi membuat Azell merasa lega dengan apa yang di katakan oleh suami nya.
Abra melepaskan pelukan nya, lalu dengan lembut Abra mencium kening azell.
" Akkhhhh aku emang perempuan yang paling beruntung, mempunyai suami yang sangat sayang pada ku, pekerja keras dan di sayang sama mertua pula " ucap Azell dalam hati nya.
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1
......Jangan lupa, Like dan Vote......