
Dengan cepat Sandro menuju kekemudi, membuat Ais dan Vita saling pandang bingung.
" Girls buruan.. Sepertinya Azell dehidarasi.. Kita harus bawa dia ke klinik terdekat." Jelas Sandro membuat Ais dan Viya mau tidak mau langsung menurutinya.
Sandro yang mengemudi mobil Vita, sedangkan ketiga gadis cantik itu berada di belakang dengan keadaan menopang badan Azell, karena sudah tidak sadarkan diri.
" Akh... Shitt. Kenapa juga sih.. Nggak ada minuman di mobil ku." Kesal Vita merutuki dirinya yang tidak menyiapkan minuman botol di dalam mobilnya.
" lya.. Tumben banget sih.. Biasanya juga ada..." Jawab Ais kepada Vita.
" Mungkin ini suatu kebetulan.." Ucap Sandro dari depan. Tentu saja Ais dan Vita saling pandang diam, tapi mereka juga tidak menjawab apa yang dikatakan oleh Sandro.
Mereka sampai di klinik terdekat, tentu saja dengan Sandro yang mengemudi mobil dengan skill tinggi. Jam segini dimana jalanan begitu padat dengan kendaraan, tapi melihat Azell yang terkulai lemas sungguh membuat Sandro mampu mengemudikan mobil dengan keahlian yang begitu tinggi.
Sandro memarkiran mobilnya di depan klinik, lalu dengan cepat dia menuju ke belakang dimana ada Azell, Ais dan juga Vita. Terlihat Ais dan Vita yang begitu kewalahan mengangkat Azell.
" Biar gue bantu.." Ucap Sandro membuat Ais dan Vita langsung mengiyakan. Tentu saja karena keadaan yang begitu darurat, jika saja tidak dalam keadaan seperti ini, tentu saja mereka tidak akan menyetujuinya.
Dengan segera Sandro mengangkat Azell menuju kedalam, diikuti Ais dan Vita dari belakang. Kini Ais, Vita dan juga Sandro berada di depan ruangan, dimana Azell sedang ditangani.
__ADS_1
Sedari tadi Ais dan Vita terus mondar mandir karena cemas, sedangkan Sandro duduk dengan kedua tangan yang menyangga dahinya.
" Aku telp Kak abra dulu deh.. Bisa gawat ini.." Ucap Vani tiba tiba mengusulkan. Membuat Ais terdiam, kemudian menoleh ke arah Sandro yang sudah menatap Vita.
" Jangan dulu deh Vit... Kita harap nggak terjadi hal yang serius sama Azell.." Jawab Ais membuat Vita mengernyitkan keningnya .
Sedangkan Sandro sedikit bernafas lega karenanya.
" Tapi kalau sampe azell kenapa napa gimana.?? Aku takut Ais... Aku takut Zela kenapa napa napa.." Jelas Vita yang sudah mulai sesenggukan.
" Percaya Viy.. Semua akan baik baik saja.." Jawab Aos sambil menepuk pundak Vita yang sudah mulai sesenggukan di pelukan Ais.
" Bu.. Bagaimana keadaan teman kita.??." Tanya ais kepada Ibu bidannya. Ibu Bidan itu menatap Ais dan Vita, kemudian menatap Sandro yang merupakan laki laki satu satunya di antara mereka.
" Temen kalian tidak apa apa.. Dia hanya butuh energi saja, dan juga cairan..." Jawab Bidan itu sopan.
" Apa dia suaminya..?? " Tanya Bidan itu yang langsung membuat Ais dan Vita menoleh ke arah Sandro. Kembali Ais dan Vita menggelengkan kepalanya tanpa menjawab.
Membuat Bidan itu berfikir jika Zela hamil diluar nikah, tapi dengan segera Viga langsung menjelaskan kepada Bidan itu tentang Azell.
__ADS_1
" Bu. Teman kita yang di dalam itu, istri dari Abra Pamungkas, menantu dari keluarga pamungkas.. Apa lIbu pernah mendengarnya..??." Jelas Vita membuat Bidan itu terkejut.
" Astaga.. Jadi yang didalam itu.. Azela.??." Tanya Bidan itu yang baru sadar jika mahasiswi cantik yang baru saja ia tangani itu, adalah mahasiswi yang sedang menjadi perbincangan hangat dikalangan berita.
Kembali Ais dan Vita mengangguk bersamaan.
" Tolong jangan kasih tau siapa siapa dulu ya Bu.. Ini permintaan azell sendiri." Jelas Vita kepada Bidan tersebut.
" Baik.. Saya tau.. Kalau begitu silahkan kalian temui teman kalian.. Saya permisi dulu..." Jelas Bidan itu lalu pergi.
Membuat Ais dan Vita langsung masuk kedalam untuk menemui azell, tanpa menghiraukan Sandro tentunya.
Sedangkan Sandro masih berdiam diri ditempatnya, Sandro bingung ntah apa yang akan dia lakukan sekarang.
...❤️❤️❤️❤️...
...****To be continued****...
......****Jangan lupa, Like dan Vote****...
__ADS_1