
" Hati-hati bang." ucap azel kepada Abra.
" Love you too." jawab abra tidak nyambung sama sekali dengan ucapan istrinya barusan.
Tapi sungguh itu membuat azel senang dan senyum manisnya terukir di bibir manisnya.
Abra segera berlalu pergi untuk menemui Adam.
Sedangkan azel saat ini begitu merasa hampa sepi dan tentu saja dia menahan tangisnya padahal hanya beberapa jam saja tapi sungguh azel merasa sangat tidak rela mulai terasa sesak dadanya tapi azel tidak boleh egois ini hanya sebentar kenapa dia begitu lebay.
Atau karena sedari tadi Abra terus bersamanya dan melakukan hal-hal yang membuat dirinya melambung dan bahagia tentunya.
Sikap Abra yang sangat susah ditebak dan selalu bersikap romantis kepada dirinya.
Akh.... Rasanya azel benar-benar tidak kuat menahan tangisnya.
Mungkin karena bawaan dedek bayi juga yang membuat dirinya jadi seperti ini dan ia akan menikmati juga ikuti alurnya tanpa protes kepada calon anaknya.
Hua..... Hua....
Tangis azel pecah karena benar-benar sudah tidak bisa lagi untuk menahan nya. Devan yang melihat tingkah konyol adik cantiknya hanya geleng-geleng kepala tapi juga berusaha membuat adiknya tenang.
__ADS_1
" Kenapa nangis zell?." Tanya Devan kepada azel yang sedang terlihat seperti anak kecil sekarang ini.
Jika saja ada ais dan Vita sudah dipastikan akan menjadi bahan ledekan mereka berdua.
" Adek kangen sama abang." jawab azell jujur.
Membuat Devan benar-benar tidak habis pikir dengan adiknya ini.
" Baru juga beberapa menit dek nanti juga suami kamu pulang ke sini tadi kan udah dijelasin." jawab Devan mencoba agar adiknya lebih tenang.
Oke kali ini Devan memang harus bersabar menghadapi bumil yang satu ini muttasil memang sedang gampang berubah-ubah dan Devan harus memakluminya.
" Gendut." Jawab azell singkat.
" Beneran tidak mau?." tanya Devan lagi memastikan.
" Boleh deh tapi agak banyakan ya bang secara adik kan lagi bagi-bagi makanannya." Jawab azel sambil mengelus perut ratanya.
" Cih, tadi aja tidak mau sekarang langsung semangat 45 bentar ya Abang pesenin dulu jelas Devan yang langsung." dijawab azel dengan menunjukkan jari berbentuk oke.
💔💔💔💔💔💔💔
__ADS_1
Di lain tempat, tepat nya hotel pamungkas, kini di ruangan yang sangat jarang orang ketahui sudah terdapat beberapa orang yang sedang berdiri dan mengintrogasi seorang pemuda yang saat ini terlihat sangat lemah.
Ya sandro berada di hotel pamungkas saat ini, sandro begitu terkejut dan takut, keringat nya terus bercucuran dari dahi juga badan nya.
Bahkan rasa nya sangat gerah karena terus menahan sesak di dada, sesak harus berhadapan dengan seorang Abra, anak dari bos bapak nya Bekerja.
Bahkan suhu AC yang cukup dingin tidak lagi dia rasakan.
Abra, Adam juga Kiki, serta pak Rendi orang kepercayaan di kantor pamungkas mengelilingi sandro.
" Ma... Maafkan aku kak Abra." Ucap sandro tergagap.
Membuat Abra tersenyum miring, ia tahu kalau ia sudah salah menyuruh anak curut di hadapan nya ini untuk memantau matai istri nya.
Dan Abra tidak lagi konyol, Abra sudah sangat percaya kepada azell, jika azell tidak akan mungkin menanggapi para curut yang ada di kampus nya, juga yang mencoba untuk mendekati nya.
...❤️❤️❤️❤️...
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......
__ADS_1