
" lepaskan aku bang aku masih belum puas memukul nya." teriak Azell sambil meronta-ronta karena tubuh nya terus dipeluk oleh abrahah dari belakang.
" kenapa memang nya, aku takut padamu, oh tidak, aku sama sekali tidak takut pada mu, kamu itu hanya wanita mu.... ra.... han yang berani nya memukulku dasar orang miskin yang tidak mempunyai apa-apa." Teriak Melia yang dipegang oleh Adit.
" Diam lah." teriak abra dengan keras karena melihat Melia berteriak-teriak menghina istri nya itu
Melia langsung diam setelah mendengar teriakan dari Abra yang tepat di depannya ia baru sadar dengan kehadiran AbrA dan yang lainnya juga.
abra ingin sekali memberi pelajaran pada Melia yang sudah berani menghina istri nya tapi hal pertama yang harus ia lakukan dulu adalah menenangkan istri nya yang tidak berhenti marah-marah.
" Dam, tahan mereka sampai aku kembali aku akan membawa azel ke sebelah dulu." ucap Abra pada Adam.
" oke." ucap Adam yang mengiyakan atas apa yang di perintahkan oleh Abra kepada nya.
__ADS_1
" sayang ayo kita sebelah." ucap Abra tepat di samping telinga azell dan menarik tubuh azel untuk keluar dari villa itu.
" aku belum puas memukul nya lepaskan aku bang." teriak nya yang berusaha maju untuk memukul Melia.
Abra tidak kehabisan akal, abra langsung menggendong azel di bahu nya seperti menggendong karung beras karena azel tidak bisa diam dan terus maju ingin memukul Melia azel saat itu sangat marah dengan Melia yang menghina bunda dan ayah nya sampai tidak memperdulikan suami nya yang berusaha untuk menghentikan nya.
" bang, turun kan aku." ucap azell yang memukul punggung sang suami.
saat di vila ia langsung naik ke lantai dua dan masuk ke dalam.
setelah dirasa azell sudah mulai tenang, Abra langsung menurun kan tubuh azell di sofa ia berdiri dengan meletakkan kedua tangan nya di pinggang nya sambil menghela nafas menatap wajah sang istri yang berantakan apalagi dengan luka merah di pipi nya karena habis di tampar dan di tambah lagi dengan bekas cakaran di pipi nya.
Abra kemudian berjalan mengambil kotak p3k yang ada di dekat lemari, setelah mengambil Abra langsung duduk di sebelah Azell, Azell sama sekali tidak mengeluh kesakitan saat abra mengobati nya, ia hanya memasang wajah cemberut di depan suami nya itu.
__ADS_1
" apa luka adik tidak sakit? bilang saja kalau sakit adik jangan menahan nya di depan Abang?." ucap Abra sambil mengoleskan salep di luka Azell setelah membersihkan dengan cairan antiseptik.
" ini tidak sakit sama sekali bang, dibandingkan dengan sakit hatiku atas ucapan mereka pada ku." balas azell dengan wajah nya yang masih kesal.
" apa yang mereka katakan pada adik, cerita sama Abang sayang." ucap Abra lembut dengan membelai kepala Azell, Abra masih tahu kalau istri nya ini masih di mode marah, jadi Abra mulai menurun kan amarah sang istri.
" kenapa abang, baru tanya sekarang, kenapa tidak menanyakan saat di sebelah nya tadi?." tanya azel dengan serius.
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......
__ADS_1