
Mereka semakin kaget mulut nya menganga tapi raut wajah nya terlihat sangat ingin tahu kelanjutan nya.
" Terus terus." Tanya Novan.
" Enak kan tapi." Celetuk Candra yang sangat penasaran dengan kelanjutan cerita dari adik kelas nya itu
" Ya aku serang balik lah, enak apaan yang ada aku pegal pegal." Jawab Azell dalam hati dia menahan tawa nya melihat ekspresi kakak kelas dan sahabat sahabat nya itu.
" Wiss gila kamu dek, agresif juga." Ucap Novan
"Yakan aku gak mau kalah kak, masa aku dipukul-pukulin diem aja ya balik nyerang dong" jawab Azell. Mereka mengerutkan dahi bersamaan.
"Emang main apaan?" Tanya Candra
"Pukul-pukulan pake guling" jawab Azell dengan tampang sok polosnya.
Mereka semua menghela napasnya kasar ada juga yang mengumpat. Kecuali Vita, dia hanya menyimak dan berekspresi berbeda yang justru tertawa.
"Astaghfirullah" ucap mereka semua nya
"Haha Clow sama kak Abra kayak anak kecil" ucap Vita
"Ya salam adek kelas gue" ucap Nova
"Xianjurrrr, kirain main itu" ucap Candra
__ADS_1
"Gue kira bakal punya ponakan cepet Clow." ucap amel
"Hahahaha" Azell tertawa puas, masuk lu pada keperangkap gue ekekek batin Azell, Abra hanya menggelengkan kepala melihat tingkah istrinya.
"Lagian kalian semua tuh nethink mulu heran aku" ucap Azell.
" Ck! Aku kira kamu sudah di jebol sama Abra." Celetuk Adam yang sedari tadi tidak bersuara.
" Ye mulut kamu kak, nih cabe nih." Ucap Azell melempar cabai yang memang di sediakan untuk memakan gorengan pada Adam.
" Eh,,, cabe nya mahal itu, Bu cabai nya di buang biang nih." Ucap Adam mengadu pada ibu kantin.
" Ngadu kamu kan." Cibir Azell, Adam meleletkan lidah nya namun muka nya datar.
" Yah Abang Abra belum mantap mantap ternyata permisa." Ucap Kiki.
...🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀...
Azell duduk di ruang tengah berhadapan dengan tv namun benda tipis lebar itu dalam keadaan mati, fokus nya pada buku buku di meja, sambil menunggu suami nya pulang dia memilih mengerjakan tugas.
Suara pintu terbuka.
" Assalamualaikum." ucap Abra
"Waalaikumsalam" Azell pun mendongak lalu menegakkan badannya meraih tangan Ian untuk diciumnya. Abra mendudukkan diri di sofa.
__ADS_1
"Adek lagi ngapain?" Tanya Abra menyenderkan punggungnya pada sofa.
"Ngerjain tugas sambil nungguin Aa', Aa' mau minum apa?" Tanya Azell yang sudah berbalik menghadap Ian.
"Tolong ambilin air putih aja dek" ucap Abra
"Oke tunggu sebentar kakanda" ucap Azell lalu berdiri menuju dapur, Arkhian tersenyum lebar melihat Azell yang berlalu. Rasa capeknya menghilang setelah melihat istrinya ditambah senyum bahagia.
"Silahkan diminum kakanda" ucap Azell menyodorkan segelas air pada Ian.
"Terima kasih adinda" balas Abra menerima gelas tersebut, tangan kirinya mengelus pipi Azell sayang. Azell tersenyum mengangguk. Azell kembali duduk di karpet untuk membereskan buku-bukunya.
"Udah selesai? Atau Aa' ganggu?" Tanya Abra yang sudah menandaskan air di gelasnya.
" Sudah selesai kok A', bentar ya, sekalian sini tas nya." Ucap Azell lalu berlalu ke kamar meletakkan tas nya dan juga tas Abra.
" Aa' mandi gih?." Ucap Azell keluar dari kamar.
" Adik sudah mandi?." Tanya balik Abra.
" Sudah dong, sudah wangi." Jawab Azell menyibakkan rambut nya.
" Masak? Mana coba Aa' cium." Abra mencondongkan badan nya pada Azell, namun Azell menahan dada Abra agar tidak mendekat.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......