
" Ya sudah mari saya cek dulu dedek bayinya." Ajak Dokter kepada azell.
Azell dan Bu Dokter masuk ke dalam kamar tamu yang memang berada di bawah.
Di ikuti Bunda, Mama dan asisten dokter itu sendiri. Setelah mengecek tensi dan yang lainnya, lanjut memeriksa perut azell yang di kasih Gel dalam alatnya.
Terdengar detak jantung dedek bayi yang berada dalam perut azell, begitu terdengar jelas sampai membuat Bunda dan Mamah saling pandang dengan menggenggam tangan dan tersenyum bahagia.
" Cucu kita." Ucap Bunda yang di angguki oleh Mamah dengan haru.
" Nak azell, bayinya sehat ya, kalau sudah memasuki 5 sampai 9 bulan harus rajin di periksa ya, sebulan sekali minimal, nanti mendekati persalinan 2 minggu sekali harus di neriksakan" Jelas Bu Dokter yang di angguki oleh azell.
" Dok, pengen nanya." Ucap azell sedikit ragu.
" Silahkan sayang, tanya saja apa yang ingin kamu tanyakan." Jawab Bu Dokter yang begitu ramah itu.
" Baby nya cowok apa cewek ya Dok?." Tanya azell yang sukses membuat Dokter itu terkejut dan menggelengkan kepalanya dengan senyuman manisnya.
__ADS_1
Pertanyaan azell seakan azell ini sedang amnesia tentang jenis kelamin yang bisa di lihat dari USG dari kehamilan berusia 6 bulan ke atas.
" Kalau masalah itu belum terlihat sayang, tapi sepertinya cowok, kita tunggu 2 bulan lagi ya lebih jelasnya untuk di USG kembali." Jelas Bu Dokter membuat azell mengangguk.
Sedangkan Bunda dan Mamah sudah semakin bahagia mendengar jenis kelamin cucu mereka cowok.
Tentu saja karena suami kedua besan itu menginginkan cucu pertama mereka berjenis kelamin laki-laki.
Papa dan ayah sudah tidak sabar untuk mengenalkan cucu laki laki mereka kepada rekan bisnis kantornya.
Setelah Dokter itu selesai memeriksa kandungan azell, juga memberikan beberapa vitamin dan obat penambah darah untuk azell, Dokter dan asisten itu pamit untuk pulang.
Bebarengan dengan mobil Alya yang juga masuk ke dalam rumah itu untuk menjemput Mama.
Tentu saja itu juga menjadi kesempatan Alya untuk lebih mengerti bagaimana kehidupan azell dan Abra.
Meskipun Alya termasuk seseorang yang mencintai dengan diam, tapi perasaan Alya untuk Abra begitu susah untuk di hilangkan, hanya saja Alya tidak ingin menyakiti azell yang merupakan sepupu dia sendiri.
__ADS_1
" Sayang... Bunda boleh pegang perut kamu kan?." Tanya bunda yang langsung di angguki oleh azell dengan senyum.
Bunda mengelus perut azell dengan begitu lembut, dan benar saja tidak lama ada pergerakan dari dalam perut azell, meskipun baru berupa kedutan tapi sungguh rasanya membuat bunda begitu bahagia.
Bunda tersenyum bahagia, anak gadis yang kemarin masih begitu bandel dan susah di atur itu, sekarang sudah mengandung calon cucunya, sebentar lagi anak bandelnya akan menjadi seorang Ibu, membuat bunda tidak lagi bisa menahan air mata harunya.
Setelah selesai di periksa, Azell, Bunda, dan juga Mama menuju ke ruang tengah lagi.
Mereka masih mengobrol tentang calon cucu mereka yang sudah bisa bergerak di dalam perut azell.
Kedua wanita paruh baya itu sudah tidak sabar ingin segera menimang cucu, begitu juga dengan azell yang sudah ingin bertemu dan melihat seperti apa nanti malaikat kecilnya.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1
Mampir ke ceritaku yang lain ya kak