
Abra kembali tersenyum, mengecup kening Azell, lalu ikut tertidur dengan tangan memeluk azell, membawa kedekapannya, agar istri cantiknya bisa tidur dengan nyaman dalam hangat pelukannya, menyambut hari esok yang pastinya akan mereka jalani berbeda dari hari biasanya.
Mobil Abra memasuki parkiran kantor Pamungkas, Abra turun menuju kantor melewati lift khusus untuk orang orang penting di Kantornya.
Dengan gugup Abra langsung menuju ke ruangan adam, abra membuka pintu dan langsung masuk menemui Adam.
" Abra.." Sapa Adam sedikit terkejut dengan kedatangan Abra.
Adam langsung berdiri, karena abra terlihat begitu gugup seperti menahan amarah.
" Dimana anak brengsek itu...?? " Tanya abra tho the point.
" Dia sekarang di ruangan papa bra.." Jawab adam membuat abra langsung membalikan tubuhnya untuk keluar.
" Ray... Tunggu.. Biarkan papa yang mengurusnya.." Teriak Adam tapi tidak ditanggapi oleh Abra.
Dengan segera adam mengejar abra, yang sudah pasti akan memberi pelajaran kepada anak curut itu.
Abra terus saja mengumpat kesal, menyumpah serapahi anak tidak tau diri itu, dan kini dia berani beraninya ke kantor Pamungkas.
Ntah apa yang anak itu rencanakan, yang jelas Abra benar benar sudah tidak tahan lagi untuk tidak menghajarnya.
Abra juga tidak sabar untuk mengirim anak sialan itu ketempat sejauh mungkin. Abra membuka pintu ruangan pap dengan keras, sampai membuat orang yang berada di dalam terperanjat kaget.
Papa, Pak Rendy juga Sandro menoleh ke arahnya dengan terkejut.
__ADS_1
Terkejut dengan kedatangan abra membuat Sandro kembali di landa rasa takut yang begitu tinggi, melihat wajah abra merah padam menahan amarah.
Abra mendekati Sandro, dan langsung melayangkan pukulannya.
Bughh... Bughh...
Abra memukul wajah Sandro dengan keras, membuat Sandro terpental, dengan segera Papa dan Pak Rendy menghentikan aksinya.
" Abra cukup..." Cegah Papa kepada abra.
" Dia itu brengsek pa.." Jawab Abra masih dengan emosinya.
Sedangkan Sandro masih tersungkur mengelap darah yang keluar dari sudut bibirnya.
Sungguh Sandro tidak ingin lagi bertemu dengan Brayen, dia terlalu malu.
Tidak lama Adam datang, dia melihat Sandro yang sudah tersungkur dilantai dengan sudut bibir yang sudah berdarah sedikit.
Kemudian adam menatap abra yang masih bernafas secara tidak teratur, Adam berjalan ke arah abra.
" Sebaiknya kamu dengarkan dulu penjelasan dia bro" Ucap adam kembali membuat abra terkejut.
Abra menatap Adam tak percaya, lalu menatap papa nya dengan tatapan yang sama, juga Pak Rendy yang sedari tadi masih berdiam diri.
Abra tersenyum miring, dia merasa tidak ada yang memihaknya sekarang, tapi dia juga harus tau alasan Sandro datang ke kantornya.
__ADS_1
Abra tidak mau sampai salah mengambil keputusan, meskipun niat mengirim Sandro ke negri orang memang sudah tidak bisa lagi diganggu gugat, abra akan tetap pada pendiriannya, yaitu mengirim Sandro sejauh mungkin , abra tidak rela lagi jika Sandro mata Sandro sampai melihat azell lagi.
Abra duduk dengan nafas yang masih memburu, menatap Sandro dengan tatapan tajam, sungguh Abra sangatlah kesal dengan anak curut di depannya ini.
Papa menghampiri Sandro, dia membantu Sandro untuk bangkit, meskipun marah dengan Bapaknya juga dirinya, tapi Papap memanglah sangat baik hati.
" Sebaiknya kamu katakan tujuanmu kemari Nak." Ucap Papa kepada Sandro.
Sandro terdiam, kemudian menatap Papa dengan tatapan bersalah, tatapan penyesalan yang ada pada diri Sandro saat ini.
" Maaf Om.. Maafkan saya.. Juga Bapak Saya.." Ucap Sandro dengan gemetar, tentu saja Sandro sebenarnya sangatlah takut.
Tapi demi keluarganya, Sandro nekat untuk menemui Papa secara langsung di Kantornya, meskipun Dia tau resiko yang akan Dia hadapi jika bertemu dengan abra, anak dari bos bapak nya.
Tapi Sandro tidak lagi mempermasalahkan, karena pada kenyataannya memang Dia dan Bapaknya yang salah.
Papa menghembuskan nafasnya panjang, menatap Sandro dengan diamnya.
" Katakan yang sebenarnya..." Suruh Papa kepada Sandro.
Sedangkan abra, adam, juga Pak Rendy masih diam tanpa menyela sedikitpun.
...❤️❤️❤️❤️...
...****To be continued****...
__ADS_1
......****Jangan lupa, Like dan Vote****...