
" Nona azell pingsan mendengar den Abra kecelakaan. Tapi kenapa den abra.. Ini.?? " Ucap pelayan itu dengan nada di buat sesedih dan seterkejut mungkin melihat keadaan Abra.
Fix. Pelayan rumah Pamungkas juga sangat pintar sekali berakting.
" Baik Bi terima kasih.." Ucap Adam yang langsung mengajak Abra untuk segera ke rumah sakit Pamungkas tentunya.
Rumah sakit milik keluarga mereka.
Sedangkan Abra masih saja dengan diamnya, bahkan rasanya separuh jiwanya sudah pergi, ini karena kebodohannya, ini karena kekonyolan Abra sendiri.
" Akhhh.." Kesal Abra membanting ponselnya.
Abra mengacak rambutnya lalu melepas jaket yang dia kenakan tadi. Adam melirik Abra yang terlihat begitu kacau dan menyedihkan, jujur saja Adam sangat ingin tertawa sekencangnya, tapi tentu saja Adam juga harus mendalami sandiwaranya bersama geng Azell dan Mama.
" Bra.... Cukup.." Ucap Adam berusaha menenangkan Abra.
" Ini karena aku Dam.." Jawab Abra frustasi.
" emang karena kami..." batin Adam terkikik.
Abra memejamkan matanya, dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan istrinya, dengan seseorang yang membuatnya kacau, seseorang yang membuatnya gelisah, juga seseorang yang sangat dia rindukan selama beberapa hari ini.
Sedangkan di Sekolah azell, Ais dan juga Vita sedang berada di kantin kampus.
Mereka ingin tau bagaimana reaksi Idola dan mereka yang sekarang ini sedang di kerjain oleh mereka .
__ADS_1
Membayangkan wajah abra membuat azell ingin tertawa, azell begitu kesal dengan Abra yang begitu berlebihan mengerjainya, tapi jauh di lubuk hatinya Azell sangat merindukan sosok menyebalkan itu.
" Tebak. Abang sekarang lagi ngapain..?? " Tanya azell kepada kedua sahabatnya.
" Nangis..." Jawab Vita semangat
" Dih... Nangis.. Menurut aku kak Abra lagi gundah gulana... Kak Abra lagi otw rumah sakit." Jelas Ais sambil berbisik.
Membuat azell langsung tertawa, begitu juga dengan Vita.
" Ha..ha.ha. aku rasa juga begitu.." Jawab azell.
"Zel. Emang kamu nggak kangen apa ma Kak abra..?? Secara kamh kan abis di tinggal." Cletuk Vita yang langsung membuat Zela terdiam.
" Jujur ya.. aku tuh kemarin kangen...banget, Bahkan baru berapa jam di tinggal rasanya udah kayak sewindu tau nggak. Tapi akh kesel juga sama abang yang akhir-akhir ini aneh banget." Jelas azell yang di angguki kedua sahabatnya.
" Amu juga nggak nyangka.. aku kesel banget sumpah.. Tapi aku juga pengen meluk abang." Jawab azell dengan jujur sambil malu-malu.
" Ciee.. Yang ternyata kangen.. Tapi pakai acara balas dendam segala.." Ledek Ais yang hanya dapat cengiran dari Azell.
Sampai akhirnya Aldo dan juga teman temannya datang menuju kantin.
Aldo menatap azell yang di jawab azell dengan senyuman sekilas .
" Zezel.. Kayaknya Aldo masih ada rasa deh ma kamu." Ucap Vita pelan kepada azell.
__ADS_1
" Rasa asin apa rasa manis Vit...?? " Tanya Ais kepada Vita.
" Rasa manis, asin dan asem." Jawab Vita cekikikan.
" Permen dong itu.." Jawab Ais membuat mereka tertawa.
Sedangkan Azell hanya menggelengkan kepalanya dengan perkataan kedua sahabatnya.
Jujur saja azell sangat ingin bertemu dengan Abra, azell sudah begitu rindu dengan suaminya, mendengar Abra yang memang sudah sampai di Indonesia membuat rasa rindu yang azell rasakan seperti tidak tertahankan lagi.
Tapi azell harus sabar sampai sandiwara ini terselesaikan dengan baik.
Terlebih semua ini juga atas ide mama mertua nya sendiri yang ingin memberi pelajaran untuk anaknya.
" Hufh". azell menghela nafasnya.
" Abang.. Miss you.." Gumam azell sambil tersenyum karena membayangkan wajah tampan suaminya.
" What.??? Nggak salah denger kan aku barusan..?? " Ucap Viya mendengar apa yang azell katakan barusan.
" Kamu kangen tapi kesal.. Tahan sampai permainan ini selesai ya Zel." Sambung Ais membuat azell malu karena ketahuan oleh kedua sahabatnya jika dia memang merindukan Abra.
...❤️❤️❤️❤️...
...****To be continued****...
__ADS_1
......****Jangan lupa, Like dan Vote****...