FIRST LOVE STORY

FIRST LOVE STORY
Eps 289


__ADS_3

" kamu yang bernama Amelia?." ucap Abra dengan nada keras nya.


" iya bra." balas Melia dengan gemetar karena takut.


" siapa yang memasukkan mu menjadi anggota BEM?." tanya Abra dengan tegas.


Melia hanya diam menunduk tanpa menjawab pertanyaan abra, abra semakin geram karena pertanyaan nya tidak dijawab oleh Melia.


" hei apa kamu tidak punya telinga hah." teriak nya dengan keras membuat tubuh Melia tersentak kaget.


sandi yang duduk di belakang Melia berdiri sambil mengangkat tangan nya didepan Abra.


" itu aku bra." sahut sandi.


Abra menatap dingin sandi ia kemudian memberikan isyarat dengan menggerakkan jari telunjuknya ke arah sandi, Abra menyuruhnya untuk berjalan ke depan, Sandy pun berjalan ke depan Abra saat sandi sudah berada di depan abra, abra langsung melayangkan tinju dengan keras.


buk.


suara benturan keras dari sandi yang jatuh tersungkur ke lantai karena menerima pukulan keras dari Abra semua yang menyaksikan itu sangat ketakutan apalagi Melia ia sangat takut melihat sandi dipukul tanpa ia tahu alasan sebenar nya.

__ADS_1


" bangun." tegas nya yang menyuruh sandi bangun.


saat Sandy bangun dan berdiri Abra kembali memukul wajahnya sampai membuat ujung bibir nya sandi berdarah, sandi merasa bingung kenapa ia sampai dipukul padahal bukan ia yang bertengkar.


" Bra.... saya tidak tahu kenapa saya sampai di pukul?." tanya sandi sambil memegang wajahnya yang habis dipukul.


" 000000.... kamu ingin tahu alasannya?." ucap Abra dengan wajah dingin nya.


" Iya bra, karena saya merasa tidak punya salah sama sekali." ucap sandi dengan enteng.


" kesalahan mu sangat besar karena kamu sudah memasukkan perempuan seperti ini menjadi anggota bem." jawab Abra.


" Diam..... aku paling tidak suka ada orang yang membantah ku kalau kamu tidak suka aku pukul kamu beritahukan pada ayahmu yang direktur kampus itu aku malah senang jika berurusan dengan nya dibandingkan dengan dirimu yang lemah itu." ucap Abra dengan tegas.


" tidak bra, saya minta maaf ini kesalahan saya tolong jangan beritahukan pada ayah saya saya mohon." ucap nya sambil menunduk memohon pada Abra.


" cepat pergi dari sini kalau tidak aku akan menghabisi mu disini." teriak Abra dengan marah tepat didepan sandi.


" baik saya pergi." ucap sandi setelah itu ia berlalu pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


setelah sandi pergi AbrA kembali menatap Melia dengan wajahnya yang penuh dengan amarah.


" kamu cepat kesini." ucap abra sambil menggerakkan jari telunjuk nya ke arah Melia.


karena takut melihat langsung berjalan dengan pelan ke arah abra, abra tidak tahan melihat Melia berjalan dengan begitu lambat untuk kearah nya.


" cepat ke sini lambat sekali." Teriak Abra lagi pada Melia.


Melia terkejut dan langsung berjalan cepat ke arah Abra setelah berada di depan Abra, ia hanya menundukkan kepala nya tanpa mengangkat kepala nya untuk melihat Abra, abra sudah sangat marah melihat melia di depannya ia ingin sekali memukul melihat dengan tangannya sendiri tapi ia berpikir jika Melia itu adalah seorang perempuan. .


" harus ku apakan dirimu ya." ucapnya dengan wajah dingin yang tidak tahan untuk memukul Melia.


" maaf bra apa saya punya kesalahan?." tanya Amelia dengan nada gemetar.


...🌷🌷🌷...


...To be continued...


......Jangan lupa, Like dan Vote......

__ADS_1


__ADS_2