
" Tidak akan ku lepaskan, kamu sudah menjadi pacar ku sekarang, jadi aku berhak atas diri mi, lagi pula kamu dan Abra itu sudah putus kan. Dia sudah bosan tidur dengan mu, itu yang kamu katakan pada ku " ucap nya dengan nada keras.
" aku tidak pernah mengatakan itu aku bahkan tidak mengenalmu cepat lepaskan aku." ucap azell.
" Cih dasar wanita mu.... ra... han berani nya kamu menolakku." Ucap sandi.
" Sandi kemudian menekan tubuh Azel dan berusaha menodai nya.
" Lepaskan aku, tolong ..... Tolong aku, hiks hiks hiks jangan, aku mohon." Teriak Azell sambil menangis.
" Percuma kamu minta tolong, di sini tidak ada orang." Ucap Sandi.
" Lepaskan aku...... Tolong lepaskan aku..... Aku mohon." Ucap Azell yang memohon mohon di depan sandi.
Sandi langsung membekap mulut Azell dengan tangan nya.
" Mmmm... Mmmmmm. Mmmmmm." Ucap azell. Di luar aura dan Santi datang ia mendengar suara teriakan azel tadi apalagi ia mendengar percakapan Melia dengan seorang temannya yang memanggil azel untuk ke gedung teater tadi.
" San kamu cepat beritahu Abra kalau azell dicelakai sandi." perintah aura pada Santi.
__ADS_1
" Terus kamu?." Tanya Santi.
" Aku akan masuk dan menolong nya." Ucap Aura.
" Baik lah." Jawab Santi lalu bergegas menuju basecamp Abra.
Aura berlari masuk kedalam ia membuka tirai panggung dan sudah melihat sandi yang merobek bagian bahu baju azell.
Aura langsung mencari alat yang bisa memukul sandi ia lihat sebuah vas bunga yang biasa digunakan anak teater bermain drama dengan sigap ia mengambil vas bunga tersebut dan lalu memukul di punggung sandi-sandi jatuh tersungkur setelah mendapat pukulan dari aura. Aura membuang vas bunganya dan menghampiri azel yang tengah gemetar karena ketakutan.
" Azell kamu baik-baik saja kan tanya aura?." Tanya Aura. Azel diam saja tanpa menghiraukan aura ia sangat ketakutan saat ini.
" Perempuan sialan berani-berani nya memukul ku dengan vas bunga." ucap sandi sambil menarik rambut aura.
Plak plak.
Sandi menampar pipi Aura 2 kali Sampai aura mengeluarkan darah dari sudut bibirnya dan jatuh tersungkur di lantai ia kemudian menarik rambut aura.
" A..... Sandy lepaskan.' Teriak aura.
__ADS_1
Azell mendorong sandi saat melihat sandi menarik rambut aura.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀 ...
Sementara Santi langsung menerobos masuk ke dalam basecamp Abra, ia sudah melihat Abra dan keempat teman nya.
" Kenapa kamu berani masuk ke sini?." tanya Kiki dengan serius. Santi tidak memperdulikan Kiki dan hanya melihat ke arah Abra.
" Bra.... Sandy berusaha mencelakai azel di gedung teater." Ucap Santi dengan nafas ngos ngosan.
Abra berdiri dengan kaget mendengar ucapan Santi, tanpa berkata-kata Abra langsung berlari bersama dengan ke-4 teman nya disusul Santi dari arah belakang. Saat sampai di gedung teater Abra berlari masuk dan sudah mendapati aura dan istrinya di lantai yang habis dipukuli oleh Sandy ia berlari menghampiri istri nya itu.
" Adik kamu baik-baik saja?." ucap abra dengan wajahnya yang terlihat sangat panik sambil memegang ke dua bahu Azell.
Azell langsung memeluk suaminya itu sambil menangis sandi ketakutan melihat Abra yang berada di depannya ia berusaha untuk lari tapi ditahan oleh Chandra.
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1
......Jangan lupa, Like dan Vote......