
Azell, Ais dan Vita menatap ke arah ketiga cowok yang malah dengan sengaja menghindari nyanyian dari suara mereka dengan menggunakan headset.
Tentu saja membuat ketiganya merasa kesal bukan main, dengan segera azell menghampiri Abra untuk melepaskan headsetnya, begitu juga dengan Ais dan Viya yang menghampiri Adam dan Kiki.
"Yank kok udahan nyanyinya? " Tanya Abra tanpa rasa bersalahnya.
Tapi tidak di jawab oleh Azell, Azell masih menatap Abra dengan tatapan kesalnya.
" Lagi ayo girls, kalian punya bakat emas yang terpendam." Sambung Kiki sambil menjulurkan lidahnya, menyesali apa yang baru saja di katakan olehnya, tentu saja karena Kiki bohong dengan mengatakan suara mereka emas, sedangkan kenyataannya sangatlah memekik telinga sampai terdengar seperti panci yang sedang di tendang-tendang oleh anak kecil.
" Hei.. Kenapa kalian menatap kita seperti itu? Kita terlalu tampan ya?." Pertanyaan Adam yang sukses membuat Azell, Ais, dan Vita ingin muntah sekarang juga.
Mereka menampakan muka jijiknya kepada ketiga cowok tampan yang sudah sangat kurang ajar itu karena tidak mendengarkan lagu yang mereka bawakan.
Abra, Adam dan Kimi saling pandang, mereka tahu jika bidadari cantik mereka saat ini sedang murka dan sudah berubah seperti Trio angel yang siap menerkam mereka.
__ADS_1
Hufhh.. Abra menghela nafasnya, Dia berdiri tepat di depan azell yang kini sedang berdiri di depannya dengan wajah yang masih kesal dan begitu menantang untuk berperang.
Tanpa kata Abra langsung mencium Azell, bahkan membuat Azell dan kedua sahabatnya Ais dan Vita begitu terkejut, tapi sekali lagi apa yang di lakulan oleh Abra tidak bisa di tolak oleh Azell.
Rasanya azell ingin menolak, tapi tubuhnya berkata lain, tubuh dan naluri Azell begitu menikmati sampai ciuman Abra menjadi Lu ma tan, meskipun tidak begitu lama, tentu saja karena ada kedua sahabat azell yang mangaku masih polos itu.
Adam dan kiki menutupi mata Ais dan Vita dengan tangan mereka, tentu saja agar mata mereka tidak ternodai oleh adegan azell dan Abra saat ini, tapi dengan kompaknya Ais dan Vita melepaskan tangan Adam dan Kiki yang menutupi mata mereka .
Membuat Adam dan Kiki menggelengkan kepalanya.
Kembali Adam terkekeh karena Ais yang begitu galak, tapi juga sangat manis.
Abra melepaskan pagutannya pada bibir azell, membuat azell terdiam di tempatnya dengan perasaan yang ntah tidak bisa dia jelaskan.
Abra mengacak rambut azell pelan, lalu mengelus perut azell yang sudah mulai buncit itu.
__ADS_1
Adam dan kiki hanya menggelengkan kepala mereka dengan senyum miringnya.
" Udah... Jangan marah ya yank? Kita lanjut makan aja gimana?." Tawar Abra membuat Azell mengangguk dan hampir melupakan kemarahannya kepada Abra, adam, dan kiki.
Tapi dengan segera Ais dan Vita mencegah azell agar tidak tergoda oleh tipu daya syaiton yang berbentuk ketiga lelaki tampan di depan mereka itu.
" Zezel... Ingat... Mereka udah jahat sama kita." Ucap Vita mencoba mengingatkan azell, membuat azell kembali tersadar, jika apa yang di lakukan oleh suaminya itu memang agar dia tidak lagi marah.
" Beb, Kita jahat gimana sih?." Tanya Kiki kepada Vita.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1