
" Sudah saya maafkan Nona Oliv , silahkan anda boleh pergi sekarang . " Jawab Abra membuat Oliv terkejut dengan jawaban enteng Abra .
Tetapi memang itu yang dia minta kepada Abra bukan tadi ? Jika sudah tidak ada urusan lain lagi ,
Oliv sebaiknya pergi sekarang sebelum Azell yang sedari tadi sudah bersusah payah menahan amarah menyerangnya , dengan kata - kata menohoknya .
" Baiklah , saya permisi dulu . " Pamit Oliv sopan kepada Abra , meskipun tidak ada jawaban dari Abra .
Oliv berdiri dari tempat duduknya , dia kemudian berhenti dan menatap Azell .
" Saya juga minta maaf kepada anda Nona Azell atas apa yang sudah saya lakukan tadi . " Ucap Oliv sebelum pergi kepada Azell .
" Ya sudah saya maafin . " Jawab Azell singkat .
Azsll tidak ingin lagi berkata panjang lebar , yang Azell inginkan sekarang ialah Oliv cepat pergi , agar dirinya bisa menyidang suaminya dan juga pulang untuk bertemu Arshaka .
Mendengar jawaban Azell membuat Oliv tersenyum sekilas , tetapi ada rasa iri melihat Azell saat ini , bukan hanya kakaknya saja yang begitu mengaguminya sampai berbuat hal gila yang membuatnya harus tinggal di negri orang , tetapi juga Abra yang begitu menyayangi Azell dan juga penurut .
Jelas Oliv merasa iri dengan kehidupan Azell yang terlihat begitu sempurna .
__ADS_1
Oliv menundukan kepalanya ke arah Adam dan juga Pak Rendy , setelah itu dia benar - benar pergi dari kantor Pamungkas .
Setelah kepergian Oliv , pak Rendy juga ikut pamit untuk bersiap - siap pulang ,Karena hari memang sudah semakin sore .
" Saya permisi dulu Tuan muda . " Pamit Pak Rendy kepada Abra .
" Harus berapa kali saya katakan , panggil Abra saja Pak Rendy jangan Tuan muda !. " Jawab Abra dengan nada suara sedikit tinggi .
Pak Rendy hanya tersenyum seraya menggelengkan kepalanya , mau sampai berapa kalipun Abra meminta dirinya untuk memanggil nama saja dari anak bos besarnya .
Jika masih berada di Kantor Pak Rendy tidak mungkin mengiyakan . Meskipun sudah di luar jam kerja .
" Mau ngapain lagi memangnya selain melihat adegan live kalian . " Jawab Adam seraya tertawa .
Sontak saja apa yang baru saja Adam katakan langsung membuat Azell naik darah , sedari tadi dia memang sudah menahan amarah , dan kebetulan sekali sepertinya Adam yang akan mendapat amukan darinya .
" Kak Adam !! . " Teriak Azell seraya melemparkan buku dan pena yang berada di meja kerja Abra .
Melihat apa yang akan Azell lakukan membuat Adam langsung buru - buru berdiri dan ngacir keluar dari ruangan Abra .
__ADS_1
" Huh ... Menyebalkan . " Gumam Azell seraya bertolak pinggang .
" Jangan marah sayang , nanti malam aku kasih lagi . " Bisik Abra seraya memeluk Azell dengan pelan , membuat Azell menatap Abra tajam .
Di saat mereka sedang saling tatap , tiba - tiba pintu ruangan Abra kembali terbuka .
Menampilkan kepala Adam yang sedang tersenyum menyebalkan ke arah mereka .
" Apa ?. " Tanya Azell dengan mode galaknya .
" Pergi Lo . " Usir Abra kepada Adam , tidak mau kalah dengan Azell .
" Ampun bos ... Btw Zel , jangan bilang Lo marah - marah karena lagi isi lagi ? Pantesan cepet banget jadi rupanya sekali main berkali - kali . " Ledek Adam lagi yang kali ini langsung menutup pintu ruangan Abra dan ngacir pergi sebelum benar - benar di keroyok oleh pasangan suami istri muda yang masih betah berada di kantor Pamungkas .
...❤️❤️❤️❤️...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1
...Mampir ke ceritaku yang lain ya kak...