
" Jangan ketawa kamu.." Ucap abra menatap tajam Sandro, yang membuat Sandro langsung mengangguk dan menunduk takut.
Tapi tentu saja dalam hati Sandro sangat ingin tertawa, karena Abra begitu lucu.. Sang Idola sangat menggelikan pikir Sandro.
" Kalem bra.. Masih ganteng kok.. Diliat dari atas wouw... Tapi begitu melihat kebawah... Huaha..ha.ha.." Jelas Adam dengan tawanya, dan itu membuat Abra cukup kesal.
" Sialan kami... Udah cepetan.. aku buru buru.." Sambung abra membuat Adam mengangguk tapi masih dengan tawa kecilnya.
Sedangkan Sandro kini mulai dag dig dug serrr. Sandro mulai merasa tegang lagi jika akan memulai hal yang serius.
Padahal tadi hampir satu jam berdua dengan adam tak setegang ketika abra sudah datang seperti sekarang ini.
" Oke bra.. Kalem dong..." Suruh adam membuat abra bertambah malas saja rasanya.
" Aku tinggalin istri.. Nah kamj... Teman kencan aja nggak." Ledek Abra berusaha membalas Adam, membuat adam malah terkikik geli dengan apa yang diucapkan oleh abra barusan.
Dan Sandro tentu saja sudah menahan tawanya sedari tadi, rasa takutnya sedikit berkurang melihat dua laki laki tampan didepannya saling serang kata kata.
" Sejak kapan Abraham Prayoga pamungkas jadi sependendam ini.?? " Tanya adam yang lagi lagi malah membuat Abra malu.
" Sialan kamu." Jawab Abra akhirnya yang memang tidak akan menang jika berargumen dengan adam.
Kembali adam hanya terkekeh, sedangkan Sandro berani menampilkan senyum simpulnya.
Meskipun hanya sekilas tentunya.
__ADS_1
" Jadi ini bra ... Kamu bisa cek dulu.." Ucap adam menyerahkan keperluan yang harus Sandro bawa besok.
Abra menerimanya, lalu dia membaca dengan teliti biodata Sandro yang tertera pada pasporNya.
Abra menyunggingkan senyumnya, ternyata dirinya dan si anak curut ini seumuran, tapi kenapa....
Sandro dibawah jauh darinya..?? Mungkin Sandro begitu bodoh, hanya bisa mengotak atik komputer saja, dan mungkin pelajaran yang lain Sandro nol besar.
Membuat abra malah tertawa memikirkan hal itu, Sedangkan adam dan Sandro saling pandang bingung melihat tingkah abra yang begitu terlihat aneh, hanya dengan membaca paspor Sandro saja bisa membuat tertawa sampe sebegitunya.
" Bra woy..." Seru Adam membuyarkan lamunan konyol abra.
" Apaan sih..?? " Tanya abra ketus.
Akh.. Sungguh abra tidaklah tau apa yang dikatakan oleh adam,
" Ngomong apaan sih kami..?? " Tanya abra tak mengerti.
" Gimana bahasa jawa aku..?? Keren kan.?? " Tanya adam kepada abra.
" Jadi tadi bahasa jawa.??." Tanya abra yang diangguki oleh adam.
" Kayak kamu tau artinya aja.." Ledek abra meremehkan adam.
" Beuh... Sembarang kamj.. Artinya itu kamu gila." Jawab Adam yang langsung menunjukan jari berbentuk V.
__ADS_1
" He... he.. Nggak boleh marah.. Nanti ponakan ku jadi pemarah.." Sambung adam membuat abra bertambah kesal.
" Akh.. Udah diem kamu." Kesal Abra yang dijawab adam dengan senyum tampannya.
Tapi begitu terlihat menyebalkan menurut abra.
" Oke.. aku cuma mau bilang ke kamu. Tolong gunakan kesempatan ini dengan sebaik mungkin, jika next loe nglakuin kesalahan lagi.. Nggak akan ada harapan lagi buat loe.." Jelas abra kepada Sandro.
" Baik.. Kak.. Terimakasih kak atas kesempatan ini.." Jawab Sandro dengan gugup.
Tapi mendengar Sandro menyebutkan dirinya dengan sebutan Kak, membuat abra tersenyum mengingat kejadian yang tadi.
ha..ha..ha.. Dasar aneh abra, istrinya yang hamil dia yang bertingkah aneh.
" Ibu loe Bapak.. Dan keluarga loe udah tau kan.?? " Tanya abra lagi yang dijawab Sandro dengan menganggukan kepalanya.
" Jangan pernah berbuat hal yang akan membuat Ibu loe sedih mengerti.." Jelas abra lagi kepada Sandro. Bahkan ucapan abra ini malah terdengar seperti wejangan kalau bahasa jawanya.
" So.. Ini buat loe. Buat kehidupan loe selama awal awal disana.. Loe boleh kerja di hotel pamungkas, tapi ingat.. Jangan melakukan kesalahan lagi. Berubahlah untuk hidup loe, untuk keluarga loe." Jelas abra sembari memberika satu kartu kredit untuk Sandro.
...❤️❤️❤️❤️...
...****To be continued****...
......****Jangan lupa, Like dan Vote****...
__ADS_1