
" Terserah lah, sudah kakak mau bicara sama adik ipar kakak yang cantik lagi." ucap kak Arnat.
" Ya sudah." jawab Abra.
" Ha ha ha, kabar dedek bayi nya gimana kak?." tanya Azell yang sudah mengarahkan ponsel nya pada diri nya sendiri.
" Alhamdulilah onty, dedek nya sehat." jawab kak Arnat mengikuti suara anak kecil dan ponsel nya di arah kan ke perut buncit milik nya.
" He he alhamdulilah kalau dedek sehat ya, btw sudah berapa bulan kak?." tanya Azell.
" Tujuh bulan dek, oh iya nanti juga kakak mau ngadain acara syukuran tujuh bulanan dedek, datang ya nanti." ucap kak Arnat.
" Kapan acara nya ka?." tanya Azell
" Di minggu minggu ini dek, di rumah mana, nanti kakak kabarin lagi, pokok nya kalian harus datang ok." ucap kak Arnat
" He he he In Syaa Allah kak." jawab Azell.
" Pokok nya harus! lama banget tidak ketemu kamu nih, kakak kangen, jadi kalian harus datang, mana Aa' dengerin nih HARUS." ucap kak Arnat, Azell terkikik geli mendengar nya. " Iya kakak canti ku, bakal kita usahain." JAwab Abra sedikit mengeraskan suara agar kakak nya dengar.
" Nah bagus." ucap Kak Arnat.
" Ha ha, eh kak rapi banget mau pergi ya?." tanya Azell.
__ADS_1
" Iya dong mau jalan jalan, mau cari baju buat si dedek nih onty." jawab kak Arnat.
" Berarti ganggu dong ya." ucap Azell
" Gak kok, ini lagi nunggu papa nya si dedek, nah tuh akhir nya orang yang di tunggu turun juga." jawab kak Arnat.
" Oh ya sudah dulu ya kak, selamat berbelanja ha ha, Assalamualaikum." ucap salam Azell.
" Ha ha ha iya, Waalaikumsalam." telepon pun di matikan.
Azell meletakkan ponsel nya di meja sebelah nya, lalu melirik ke arah suami nya yang tidak bergerak sejak terkahir kali bersuara.
" Pantes anteng, ternyata bobok bayi besar ku." ucap Azell melihat suami nya tertidur di pangkuan nya.
" Aaa so sweet gemes!." pekiki Azell saat menyaksikan adegan yang romantis ala drama korea hingga tanpa sadar tangan nya meremas rambut suami nya.
" Aww..." Adu Abra kesakitan
" Kenapa A'?." tanya Azell bingung tanpa merasa bersalah.
" Adik jambak rambut Aa' itu." Kesal Abra, tidur nya terbangun karena jambakan dari tangan istri nya.
" Mending bangun nya pakai ciuman, lah ini di jambak." batin Abra.
__ADS_1
" Awwww, sorry." cicit Azell nyengeir lalu melepaskan tang nya dari rambut suami nya.
" Jam berapa ini?." Tanya Abra yang sudah duduk di samping istri nya.
" Jam OMG! Setengah tiga sore?." mata Azell melotot melihat jam dinding.
" Astagfirullah dek, kenapa tidak bangun Aa' sih untuk sholat dhuhur.
" Adik juga tidak sadar A' kalau sudah jam segini." jawab Azell
" Jadi adik juga belum sholat? belum makan?." TAnya ABra menatap istri nya. Azell menunduk menggelengkan kepala nya.
" Waduh jangan marah, please." batihn Azell.
Azell takut suami nya marah karena diri nya terlalu asik menonton drama.
" Dari tadi Aa' saja tidu di pangkuan adik, maaf jangan marah ya." ucap Azell pelan, padahal suami nya tidak meninggikan suara sedikit pun, tapi rasa nya diri nya benar benar takut suami nya marah,Abra membuang nafas nya.
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......
__ADS_1