
Dengan kecepatan sedang Abra melajukan mobilnya meninggalkan kampus yang nantinya akan membuat azell rindu dengan cerita masa nya.
Tidak ada percakapan di antara ke duanya, baik azell maupun Abra saling diam dan larut dalam pikiran masing-masing , azell yang menyibukan diri dengan ponselnya.
Juga abra yang fokus pada setir mobilnya.
" Bang." Panggil Azell lirih juga dengan nada yang begitu lembut.
" Hmm?." Jawab abra yang membuat azell menoleh ke arahnya.
Sudah cukup lama azell tidak mendengar kata itu dari Abra, dan azell suka akan hal itu, tapi sekarang abra mengatakan itu lagi pertanda jika Abra sedang kembali ke mode awal, cuek dan datar, bisa di bilang abra sedang marah dan akan irit bicara saat ini kepada azell.
" Jangan gitu dong bang." Ucap azell mencoba mencairkan suasana.
" Gini kok." Jawab Abra singkat dan terdengar begitu menyebalkan.
Jawaban Abra terdengar seperti cowok alay yang sedang ngambek dengan pacaranya menurut azell.
" Kayak anak kecil." Ucap azell karena sudah kesal dengan sikap Abra yang mulai cuek itu.
__ADS_1
" Tapi aku setia." Balas abra membuat azell kembali menoleh ke arahnya tak percaya.
" Astaga... Jadi benar-benar karena masalah tadi." Batin azell
Sebenarnya wajar sih abra marah, tapi cara marahnya itu yang membuat azell tidak nyaman, harusnya abra bisa berkata langsung kepada azell jangan malah diemin azell seperti sekarang ini.
Azell yang hamil, tapi untuk saat ini Abra yang sensinan.
" Tadi itu sebagai tanda perpisahan aja bang, nggak lebih." Jelas azell tapi terdengar masih ambigu.
" Dengan meluk cowok lain di depan orang lain." Jelas abra untuk mengingatkan azell.
" Tapi kan mereka tau aku istri abang." Jawab azell yang malah membuat Abra semakin kesal tapi juga gemas rasanya dengan azell yang berubah tidak peka an, sejak kedatangan Yubi si kucing brengs*k menurut Abra.
" Oh jadi ini karena harga diri?." Tanya azell tidak kalah kesalnya sekarang dengan Abra.
" Kenapa kamu sekarang yang marah?." Tanya abra kepada azell.
" Oke cukup, aku tau ini semua karena harga diri bukan karena. Ah sudah lupakan." Jawab azell.
__ADS_1
Azell mengira jika Abra cemburu karena azell memeluk Aldo, tapi jawaban Abra tentang harga diri membuat azell kesal dan juga sedih.
Sedangkan abra terlalu gengsi untuk mengatakan jika sebenarnya dia begitu cemburu, bahkan mendengarnya saja tadi rasanya abra ingin memukul Aldo dan melemparkannya ke laut.
Tapi untuk mengatakan cemburu rasanya terlalu berat untuk abra, apa lagi yang di cemburui itu lelaki seperti Aldo yang tidak ada apa-apanya untuk Abra.
Sungguh semua ini karena kesalah pahaman, juga karena ke egoisan Abra dan juga azell yang tidak langsung menjelaskan tadi setelah bertemu dengan Abra.
Sampai di depan rumah Pamungkas. Azell langsung ke luar dari mobil meninggalkan abra yang sedang uring-uringan tidak jelas.
Abra memukul setir mobilnya. Dia juga mengacak rambutnya kesal.
Abra baru menyadari kalau apa yang dia katakan memanglah salah.
...❤️❤️❤️❤️...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1
Mampir ke ceritaku yang lain ya kak