
" Aa' sudah selesai main game nya." Azell tidak menjawab justru malah bertanya.
" Udah, tapi main sama adik yang belum." Jawab Abra dan masih asik mendusel leher belakang Azell.
" Hah? Azell mencerna apa maksud nya. Kemudian suasana hening sejenak, sampai .... Ahhhh geli A' jangan gitu." Desah Azell saat suami nya semakin mendusel ke leher nya, Abra tidak menghiraukan permintaan Azell.
Dia tau pasti itu suaminya, lalu dia mengelus lengan tangan suaminya itu.
"Eh adek bangun? Aa' ganggu ya?" ucap Abra saat merasa tangannya dielus oleh istrinya.
"Aa' udah selesai main gamenya" Azell tak menjawab justru bertanya.
"Udah, tapi main sama adek belum" jawab Abra dan masih mendusel leher belakang Azell.
"Hah?" Azell mencerna apa maksudnya. Kemudian suasana hening sejenak. Sampai...
"Ahhh geli.. A' jangan gitu" desah Azell saat suaminya semakin mendusel ke lehernya. Abra tak menghiraukan permintaan Azell.
"Adek ga apa apa kan, mereka udah tau tentang kita?" ucap Abra di sela-sela aktifitasnya itu.
"Heem mau gimana, mereka udah tau" jawab Mesya
"Mereka pasti bisa jaga rahasia kok dek" Azell mengangguk.
"Tapi teman-teman adek gimana A'?" tanya Azell lalu membalikan badannya menghadap Abra
__ADS_1
"Adek maunya gimana?" tanya Ian balik dan menatap Azell.
"Bingung, mau kasih tau mereka tapi gimana ngomongnya. Kalau nanti-nanti pasti ke gep juga sama mereka, adek gak mau rasanya penjahat ketangkap polisi aja" cerocos Azell, Ian terkekeh.
"Emang adek pernah ketangkep polisi?" Azell memukul dada Abra pelan.
"ihh itu cuma perumpamaan" ucap Azell kesal.
"Hehe, yaudah adek coba ceritain aja pelan-pelan ke mereka. Kalau adek takut ceritain sendirian nanti Aa' bantu".
"Eh gak usah, biar adek aja sendiri. Adek mau cari waktu yang tepat, tapi secepatnya adek kasih tau mereka" Abra tersenyum.
"Yaudah kalau adek maunya gitu" jawab Abra. Lalu mereka saling bertatapan lama, hingga akhirnya Arkhian berkata.
"Dek, A'a mau kamu sekarang"
Azell melototkan mata nya nafas nya tercetak.
"Aa' mau apa? Mau aku? Aku di sini, maksud nya gimana?." Berbagai macam pertanyaan ada di benak Azell bermunculan.
" Aa' m...mau apa?." Tanya Azell gugup pikiran nya sudah kemana mana, jangan jangan.... Mau kamu sekarang tidur, aa' ngantuk banget.
Ucap nya dengan mata terpejam dan posisi masih memeluk Azell. Azell membuang nafas nya lega.
" Haisss. Lu mikirian kejauhan Zelll. Guman nya dalam hati.
__ADS_1
" Kamu kenapa gitu?." tanya Abra yang mendengar dengusan Azell dan telapak tangan nya memukul kening sendiri.
" Eh? Eh nggak kok A'. Mendengar jawab dari Azell dengan terbata membuka mata nya membuka kembali.
" Apa mungkin adik lagi mikirin yang iya iya ya." Ucap Abra yang melihat wajah sang istri bersemu merah.
" Gak ya, ya ya, ayo kita tidur, sudah malam juga." Jawab Azell
"Enggak! ya ya apasih, udah merem!" ucap Azell lalu mendaratkan kedua tangannya pada muka Ian.
"Auhh, masa muka Aa' ditutupin, tangan adek bau.." dengan cepat Azell menarik tangannya dan mencium tangannya sendiri.
"Wangi tuh"
"Iya bau wangi"
"Ishh!"
"Makanya jangan suka potong omongan suami" sindir Ian.
"Ya ya. Udah merem" jawabnya lalu menarik tubuh Ian ke dalam pelukannya. Jadi mereka saling memeluk.
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1
......Jangan lupa, Like dan Vote......