
Sedari tadi Abra sebenar nya sudah sedikit hilang konsentrasi karena Azell yang begitu menggoda diri nya.
Meskipun Azell tidak melakukan apa-apa tapi Abra tetap saja tergoda oleh istri cantik nya.
Abra menatap Azell yang sedang sibuk dengan ponsel nya. Azell sedang membalas pesan singkat dari bunda yang mengabari nya jika besok akan di adakan rapat mengenai bagaimana kelanjutan Dara.
Hufh... Azell menghela nafas nya, jujur saja ada rasa kasian dengan Dara, meskipun Dara selalu bersikap menyebalkan kepada azell, tapi azell tidak pernah menyimpan rasa benci atau pun dendam dengan Dara.
Abra yang melihat kegelisahan pada wajah azell mengernyitkan kening nya bingung, Abra ingin tahu apa yang membuat azell jadi seperti sekarang itu.
" Kenapa yank?" Tanya Abra membuat azell menoleh dan menggeleng ke arah Abra yang sedang menyetir.
" Nggak papa kok bang" Jawab azell santai.
" Jangan bohong, terlihat banget bis buka chat jadi gelisah gitu" Sambung Abra menjelaskan kepada Azell.
Ternyata Abra memanglah tidak bisa di bohongi, mau tidak mau azell memang harus menceritakan kepada Abra secara detail tentang Dara.
__ADS_1
" Besok ada rapat para Dosen di kampus" Jelas azell membuat Abra mengangguk.
" Terus kenapa kamu yang gelisah? " Tanya Abra ingin tau.
" Ini masalah Dara bang " Jawab azell lagi.
" Owh." Jawab Abra singkat, membuat azell mengerucutkan bibir nya sedikit kesal dengan jawaban singkat abra.
" Gini ya bang Dara itu hamil" Jelas azell yang kembali hanya di angguki oleh Abra.
" Dia itu udah pernah ketahuan sama kita pas di parkiran Mall, juga sama anak-anak yang sering liat Dara ganti-ganti cowok" Jelas azell lagi yang sukses membuat Abra ngerem mendadak.
" Sorry yank.. Kamu nggak apa apa kan? " Tanya Abra khawatir yang di angguki azell.
" Abang kenapa? " Tanya Azell melihar expresi wajah Abra yang berubah.
" Kamu kata siapa dia hamil? " Tanya Abra penasaran.
__ADS_1
" Mama, bunda sama anak-anak juga sih, emang kenapa sih bang? Kok Abang jadi aneh gitu?" Tanya azell dengan nada sedikit kesal.
" Nggak apa apa sayang, cuma aneh aja masih kuliah di awal perkuliahan kok udah hamil, kamu bilangin Vita sama Ais yank, biar nggak aneh-aneh kalau pacaran sama dua cunguk itu" Jelas Abra berusaha agar Azell tidak curiga lagi.
Dan beruntung azell memang tidak curiga lagi, azell menganggukan kepala nya dengan senyuman.
" Abang ternyata juga perhatian ya sama sahabat adik." Jawab azell senang.
" Biar gimana pun kan Ais sama Vita sahabat yang kamu sayang yank.. Kalau terjadi yang tidak di inginkan dengan mereka kamu sudah pasti ikut sedih, dan abang tidak mau itu terjadi" Jelas Abra lagi yang akhirnya membuat Azell gemas dan menarik pipi Abra.
Abra hanya tersenyum diperlakukan seperti itu oleh azell. Dia merasa lega jika azell tidak menanyakan lagi seperti tadi.
Abra kembali melajukan mobilnya. Pikirannya kembali mengingat ponsel Sandro yang pernah dia Chek waktu itu. Ada beberapa foto wanita tanpa busana yang seperti dia kenal atau dia pernah bertemu. Dan itu selain foto azell di ponsel Sandro.
...❤️❤️❤️❤️...
...****To be continued****...
__ADS_1
......****Jangan lupa, Like dan Vote**...