
" Katanya tadi mau lihat jenis kelamin anak kalian? " Tanya Dokter kembali menggoda azell dan abra.
" Itu jenis kelamin dedek bayi, kalian bisa lihat nah, itu tuh." Jelas Dokter tapi masih tetap membuat azell bingung.
Bahkan rasanya yang nampak pada monitor itu seperti bulat-bulat, tapi kadang juga panjang, azell tidak begitu mengerti, meskipun alat USG yang mereka gunakan ialah alat terbaik yang berada di seluruh rumah sakit Indonesia.
Sedangkan abra kini sudah bisa tersenyum , dia sudah tahu jenis kelamin anaknya nanti.
" Kenapa senyum-senyum bang? " Tanya Azell melihat gelagat abra yang aneh.
" Baby kita, baby boy, iya kan Dok?." Jelas abra yang juga bertanya kepada Dokter untuk memastikan.
Dokter mangangguk sambil tersenyum, membuat abra seketika melompat girang tanpa malunya.
" Yes... Yes... Yes..." Ucap abra begitu bahagia. Sampai membuat Dokter itu menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak pemilik rumah sakit yang dia tempati untuk bekerja itu.
Azell tersenyum, dia juga bahagia melihat suaminya yang begitu bahagia dengan hasil USG yang begitu memuaskan untuk dirinya.
Abra memeluk azell, dia juga mencium kening azell berkali-kali.
__ADS_1
Sungguh rasanya saat ini abra sudah tidak sabar dengan kehadiran jagoan kecilnya nanti.
" Eh... Sebentar Nak Abra, saya bersihkah dulu gel nya." Ucap Dokter melihat abra yang sudah memeluk azell karena begitu bahagianya.
Abra mengangguk, dia merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya. Abra akan memberitahukan kepada Bunda, Mamah juga adam dengan berita baik ini.
Sedangkan Papa dan ayah, biarkan saja nanti para istri yang mengabarinya pikir abra.
Setelah selesai, azell kembali duduk di depan meja Dokter.
Sedangkan abra sudah sibuk dengan ponselnya untuk mengabari orang-orang terdekatnya.
Abra ingin mengajak makan malam bersama di hotelnya untuk merayakan hari bahagianya.
Tapi kemudian mengangguk.
" Astaga... Pasti karena aku terlalu banyak makan ini, mana pernah aku makan coklat." Batin aazell beragumen sendiri.
" Ekhem.." Deheman abra dari belekang azell.
__ADS_1
Membuat azell menoleh ke arah abra dengan kesal.
Azell tahu jika abra secara tidak langsung sedang meledeknya karena begitu banyak makan, meskipun hanya dengan sebuah deheman saja.
Setelah mendapat beberapa resep dari Dokter untuk tetap menjaga stamina tubuhnya, juga obat penambah darah, azell dan abra pamit kepada Dokter.
Mereka segera keluar dari ruangan itu. Setelah keluar azell langsung berjalan cepat meninggalkan abra, tentu saja azell kesal dengan ledekan abra tadi.
Membuat abra harus berjalan cepat untuk mengejar istrinya. Bahkan beberpa perawat sempat mengamati kedua pasangan muda itu, ketika tadi datang mereka terlihat begitu mesra dan harmonis, lalu kenapa sekarang ketika pulang mereka seperti sedang perang dingin? Aneh memang pikir beberapa perawat yang melihat pasangan muda itu.
"Yank kamu kenapa sih?." Tanya abra setelah berada di sebelah azell.
Tidak ada jawaban dari azell, membuat abra mendengus kesal, tapi sekali lagi abra harus bersabar menghadapi azell yang saat ini sedang hamil.
...❤️❤️❤️❤️...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1
Mampir ke ceritaku yang lain ya kak