
Abra juga tersenyum ke arah azell, dia tiduran di atas paha Azell, sambil sesekali mencium perut Azell.
" Kenapa bang?." Tanya azell sambil mengelus rambut Abra pelan.
"I Love You." Ucap Abra membuat Azell tersenyum lagi.
" Love You Too." Jawab azell membuat Abra tersenyum dan menekan kepala azell agar bisa mencium azell dengan posisi mereka saat ini.
" Cupp..". Abra mencium bibir azell sekilas, membuat azl tersenyum malu tapi juga bahagai dengan sikap romantis abra yang sering kali tidak terduga olehnya .
" Ekhem..." Deheman Dari Papa yang baru saja pulang dari kantornya.
Sontak saja azell dan abra terkejut, tapi seperti biasa Abra akan bersikap biasa saja, sedangkan azell sudah merasa malu sampai ke ubun-ubunnya.
" Astaga.. ke gep lagi sama papa mertua." Batin azell ingin bersembunyi rasanya.
Papa tersenyum melihat wajah azell yang sudah begitu merah.
" Nak.. Jangan kurang aja kamu, selalu bikin menantu cantik papa wajahnya jadi merah begitu." Ucap Papa sengaja menggoda.
__ADS_1
Akh.. Sungguh apa yang di katakan oleh Papa semakin membuat azell merasa tidak enak.
Azell semakin yakin jika papa mertuanya tadi melihat adegan yang seharusnya tidak di lihatnya.
Azell mencubit lengan Abra pelan, sampai membuat abra menoleh ke arah azell, tapi abra tidak mengatakan apa-apa, Abra malah tersenyum melihat wajah azell yang memang begitu merah karena sedang malu.
" Sudah papa sana pergi dulu, mengganggu saja." Jawab Abra yang membuat azell terkejut dengan perkataan Abra barusan, Abra mengusir papa nya agar tidak mengganggu mereka berdua.
" Kamu ini memang anak bandel, beruntung kamu mempunyai istri secantik dan sebaik azell yang sabar menghadapi sikap nakal kamu." Jelas Papa sambil berlalu.
" Papa ke kamar dulu Zel. Kalau Abra nakal bilang saja sama papa." Suruh Papa kepada azell, membuat azell mengangguk pelan karena masih merasa malu dengan papa mertuanya itu.
" Azell suka pa, Abra nakalin !." Teriak abra membuat Papa menoleh ke arah mereka sekilas dengan tawanya, lalu kembali menuju kamarnya.
" Yank sakit." Ucap abra mengaduh.
" Biarin Abang nakal sih." Jawab azell dengan kesal.
"Tapi kamu suka kan?." Tanya Abra menggoda Azell.
__ADS_1
" Abang ih.!" Kesal azell menimpuk bantal sofa ke arah Anra, karena memang benar apa yang abra katakan, azell suka di nakali oleh Abra, memangnya siapa yang tidak suka di nakali oleh cowok setampan abra yang juga merupakan suami azellsendiri.
Sampai akhirnya pagi hari menjelang, azell sudah rapih untuk ke kuliah. Begitu juga dengan abra yang sudah rapih mengantarkan bidadari cantiknya yang akan berangkat kuliah.
Setelah selesai sarapan, azell duduk di kursi depan rumah sambil memakai sepatu nya.
Menunggu abra yang sedang sibuk mencari kunci mobilnya yang tidak juga ketemu, bahkan sampai dapat bala bantuan dari para pelayan dan juga mama.
Mereka terus membantu Abra mencari keberadaan kunci mobilnya yang ntah di mana ngumpetnya.
Saat azell ingin membungkuk rasanya cukup susah tidak seperti biasanya, Dia tersadar jika perutnya sudah semakin membesar.
" Udah besar ya dek... Mommy sampai kesusahan mau pakai sepatu." Gumam azell sambil mengelus perutnya.
Tiba-tiba ada gerakan dari dalam perut azell, rasanya seperti kedutan pas di telapak tangannya yang sedang mengelus perutnya.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih....